Pasien diabetes harus bisa mengontrol makanan agar bisa mengendalikan gula darah (Diabetes UK)


Pasien diabetes bisa berhasil mengendalikan kadar gula darahnya dan tergantung dukungan keluarga sebagai pendamping atau pengasuh/caregiver. Sebab pasien diabetes wajib mematuhi 3J yakni jumlah, jenis, dan jam makannya.

Dalam mini edukasi Diabetasol di seluruh Indonesia, dari 10.802 orang peserta di 21 kota besar yang terdiri dari diabetesi dan anggota keluarga, siap memberi diabetesi penanganan pertama, maupun memotivasi diabetesi untuk tetap hidup sehat dan mencegah risiko komplikasi diabetes. Apalagi di tengah situasi pandemi.

“Upaya kita bersama menurunkan angka kematian maupun risiko komplikasi diabetes sangat terkait dengan kepatuhan dan kedisiplinan diabetesi menjalankan gaya hidup dan pola makan sehat dengan asupan nutrisi yang memadai bagi penyandang diabetes. Dukungan keluarga sangat penting agar diabetesi bersedia mengubah gaya hidup agar lebih sehat,” kata Director of Special Needs and Healthy Lifestyle Nutrition KALBE Nutritional, Tunghadi Indra dalam webinar ‘Diabetasol dan Pola Makan Diabetes’ baru-baru ini.

Orang lanjut usia dan dengan penyakit penyerta seperti penyakit diabetes lebih rentan mengalami risiko komplikasi bila terinfeksi Covid-19. Menurut data Satgas Penanganan Covid-19, diabetes adalah penyakit penyerta atau komorbid kedua terbanyak di Indonesia.

Kehadiran pandemi Covid-19 membuat sejumlah aktivitas manajemen diabetes menjadi terhambat hampir di seluruh Indonesia. Misalnya senam diabetes, pertemuan-pertemuan edukasi diabetes, bahkan konsultasi tatap muka antara dokter dengan diabetesi juga menjadi hal yang menjadi semakin sulit dilakukan. Di sinilah peran keluarga sebagai caregiver menjadi penentu dalam keberhasilan manajemen diabetes di masa pandemi.

“Kondisi pandemi mengharuskan penyandang diabetes lebih waspada dan berhati-hati untuk menjaga gula darahnya,” papar Tunghadi.

Riset American Diabetes Association pada tahun 2019 yang melibatkan 5 ribu responden orang dewasa penyandang diabetes mengungkap pentingnya peran keluarga, teman, dan kerabat dalam meningkatkan kesejahteraan dan manajemen diri para diabetesi. Dalam hal ini, anggota keluarga diharapkan sadar untuk menjalankan peran dan tanggung jawab khusus dalam pengelolaan penyakit diabetes.

Keluarga dapat memberi berbagai bentuk dukungan langsung, seperti membantu menyuntik insulin, serta dukungan sosial dan emosional dalam membantu diabetesi menjalani kehidupan sehari-hari. Anggota keluarga juga memiliki pengaruh signifikan pada kesejahteraan psikologis diabetesi, dukungan dalam penerapan pola makan, olahraga, dan rekomendasi perawatan medis bagi diabetesi.

Ketua PERSADIA Nasional Periode 2017-2020 dan konsultan endokrin metabolik RS DR. Soetomo Surabaya Prof. Dr. dr. Agung Pranoto, M. Kes., SpPD., K-EMD., FINASIM mengatakan sebenarnya ajakan agar keluarga lebih proaktif menjalankan peran sebagai caregiver telah dimulai sejak dua tahun lalu.

“Awalnya keluarga diundang datang karena tingkat risiko yang lebih tinggi daripada orang lain, maka begitu diabetesi terdeteksi, keluarga harus mengerti soal deteksi dini,” sebut Prof Agung.

“Sesudah menjalani pemeriksaan awal, biasanya kami sudah bisa menggugah kesadaran keluarga untuk membantu penyandang diabetes mengubah gaya hidup dan pola konsumsi yang lebih sehat agar tetap produktif dan terhindar dari risiko komplikasi diabetes,” imbuhnya.

Keluarga perlu mendorong diabetesi agar tetap aktif secara fisik, berolahraga sesuai kemampuan, mengonsumsi obat secara rutin sesuai petunjuk dokter dan mematuhi pola makannya dengan teratur dan disiplin. Selain itu, keluarga dan pengasuh perlu secara rutin memeriksa dan mencatat gula darah penyandang diabetes untuk mengetahui pola-polanya. Dengan demikian, dapat diketahui apakah perawatan diabetes yang dilakukan sudah sesuai atau perlu ada perubahan.

Caregiver harus mampu berada di depan melatih gaya hidup baru pada diabetesi, harus bisa berada di samping sebagai teman dan partner dalam mengubah gaya hidup, serta dari belakang menjadi pendorong motivasi diabetesi untuk patuh dan disiplin. Salah satu contoh adalah saat menyusun pilihan makanan yang sehat dan rencana makan yang ramah diabetes dengan beragam makanan.

Sehingga membantu memastikan diabetesi mendapatkan jumlah protein, lemak, dan karbohidrat yang tepat, serta terhindar dari rasa bosan. Tak kalah penting bagi diabetesi untuk bersama-sama teman atau keluarga menjalani gaya hidup lebih sehat.

12

Editor :iha
Reporter : jpc/kpc