ILUSTRASI/NET


PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO - Organ Ginjal merupakan bagian penting dari tubuh yang bertugas menyaring darah dan menghilangkan racun dari tubuh. Ketika terjadi gagal ginjal, tubuh akan kehilangan kemampuan untuk menyaring darah dan membuang limbah yang ada di dalamnya.

Diagnosa gagal ginjal berawal ketika terjadi gangguan terutamanya menyerang saringan ginjal sehingga mengganggu fungsi utama ginjal pengidapnya.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Rumah Sakit Doris Sylvanus, Dr. Dayang Nurbayati, memaparkan, berbagai macam faktor memicu terjadinya gagal ginjal pada tubuh manusia. Namun, pengidap gagal ginjal paling banyak dikarenakan memiliki riwayat diagnosa diabetes, hipertensi atau karena infeksi dibagian filtasi (saringan ginjal).

"Infeksi yang terjadi dikarenakan sering mengkomsumsi obat-obatan, minum-minuman yang mengganggu saringan ginjal dengan dikomsumsi dalam jangka waktu lama. Infeksi saringan ginjal yang sudah lama namun tidak diobati juga dapat membuat infeksi saringan ginjal makin luas," kata Nurbayati saat ditemui Kalteng Pos (Grup prokalteng.co), Jumat (8/1).

Dijelaskannya, pada fase awal pengidap gagal ginjal tidak menunjukkan gejala apa pun dan hanya bisa dideteksi melalui uji laboratorium. Tapi, penyakit ini bisa memburuk dengan sangat cepat, dan tiba-tiba pengidapnya mengalami beberapa gejala lanjutan.

Selanjutnya, lanjutnya pada stadium dua, apabila dicek urine mulai ditemukan gangguan pada saringan ginjal. "Ada protein yang positif, darah yang positif berdasarkan pemeriksaan lab urine," lanjutnya.

Ia mejelaskan, pada stadium ketiga gejala bertambah banyak mulai ada gangguan seperti bengkak, gangguan kencing yang menurun, fase ke empat pun demikian semakin parah.

Pembengkakan kaki, pergelangan kaki, karena retensi cairan yang disebabkan oleh kegagalan ginjal untuk menghilangkan sisa air, napas pendek tanpa sebab dan merasa mengantuk atau kelelahan yang berlebihan.

Setelah itu, stadium lanjut atau fase kelima. Dimana pasien akan mengeluhkan macam-macam gejala bahkan sampai sesak nafas, pusing bahkan koma.

"Karena ginjal memang memiliki fungsi filtrasi atau penyaringan. Sehingga harusnya limbah tubuh kita dibuang itu tidak bisa dibuang. Apabila ginjal tak maksimal dalam bekerja, pastinya banyak gangguan pada tubuh salah satunya gejala-gejala tersebut. Lebih awal kita menemukan pasien gangguan ginjal itu lebih baik," ungkapnya.

Selain tempat penyaringan tubuh, jelas dokter, ginjal ialah tempat produksi darah manusia. Jika terganggu, pengidap akan terganggu pembentukan darah merahnya. Akibatnya, orang akan terlihat pucet, lesu, tiba-tiba HB sebagai indikator anemia pun turun.

"Bagi pasien stadium lanjut, fungsi ginjal sudah terganggu bahkan sudah tidak berfungsi sehingga diganti dengan mesin atau secara rutin melakukan cuci darah," jelasnya.

Sementara cuci darah sendiri membutuhkan waktu yang rutin dan biaya yang tidak sedikit pula tentunya. Pasien pengidap gagal ginjal akut akan secar rutin melakukan cuci darah di rumah sakit atau secara mandiri (CAPD).

Perlu diketahui, Ginjal juga memiliki fungsi mengontrol tekanan darah. Apabila dia terganggu dia tidak akan bisa mengontrol tekanan darah. Orang dengan gangguan nyeri tulang dan otot akan dialami bagi orang kekurangan vitamin D yang utamanya juga dihasilkan oleh ginjal.

"Bagi pengidapnya, harus kontrol rutin. Bagi pengidap diabetes dan hipertensi kemungkinan kecil bahkan tidak bisa sembuh namun bisa di kontrol," pungkasnya. 

12

Editor :dar
Reporter : ard