Sidang praperadilan kasus Habib Rizieq di PN Jaksel. (Foto JPNN)


JAKARTA,PROKALTENG.CO- Hakim Tunggal Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menolak praperadilan tersangka Habib Rizieq Shihab. Dengan begitu status tersangka yang ditetapkan Polda Metro Jaya kepada Habib Rizieq Shihab sah di mata hokum. Menanggapi itu, Pengacara Habib Rizieq Shihab, Sugito Atmo Prawiro mengatakan, pihaknya menghormati keputusan hakim perihal penolakan praperadilan Habib Rizieq.

“Kita akan lakukan persidangan lewat persidangan pokok atau perkara pokok,” kata Sugito saat dihubungi Pojoksatu.id, Rabu (12/1/2021).

Menurut Sugito, perkara pokok yang dimaksud itu yakni perihal mengenai 160 KUHP terkait penghasutan yang dikaitkan dengan Pasal 93 UU tentang Kekarantinaan Kesehatan terhadap Habib Rizieq Shihab (HRS). Di mana pasal 93 UU Karantina Kesehatan itu cuma satu tahun ancamannya dan tidak bisa digunakan sebagai dasar penahanan.

“Perkara pokok mengenai pasal 160 dan pasal 93 dan pasal KHUP. Suka tidak suka putusan hukum itu mengikat,” ujarnya.

Sebelumnya sidang praperadilan penetapan tersangka kerumunan yang diajukan Habib Rizieq Shihab digelar di PN Jaksel. Namun Hakim Tunggal Akhmad Sahyuri memutus menolak praperadilan tersebut. Hakim tunggal, Akhmad Sahyuti menyatakan putusan penolakan tersebut dalam persidangan, yang dihadiri pihak Bid Hukum Polda Metro Jaya selaku Termohon dan pengacara Habib Rizieq selaku Pemohon.

“Menolak Praperadilan Pemohon,” katanya di PN Jakarta Selatan, Selasa (12/1).

Akhmad menilai, polisi tidak melakukan pelanggaran dalam melakukan penetapan tersangka dan penahanan terhadap Habib Rizieq dalam kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan. Penetapan tersangka dan penahanan itu sudah sesuai dengan hukum yang berlaku.

1

Editor :fir/pojoksatu/jpnn
Reporter :