Ilustrasi


PROKALTENG.CO-Puluhan personel polisi wanita (polwan) mendadak menjalani tes urine yang digelar Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) dan Bidang Dokter dan Kesehatan (Dokkes) Polda Kaltim, Jumat (19/2) lalu.

Seperti diberitakan Prokal.co, mereka juga diperiksa sikap tampang, kelengkapan identitas diri dan lainnya. Mulai pangkat perwira hingga bintara menjalaninya. Petugas Dokkes menggunakan alat test pack narkoba yang hasilnya dapat diketahui beberapa saat.

“Hasilnya negatif semua,” jawab Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Ade Yaya Suryana bersama Kabid Propam Polda Kaltim Kombes Pol Yudi Arkara Oktobera. Dia berharap seluruh anggota tidak menyalahgunakan narkoba hingga mengonsumsinya.

“Tes urine spontan ini antisipasi penyalahgunaan narkoba serta pengawasan kepada seluruh personel,” ujarnya.

Diharapkan polwan semakin disiplin dan menjauhi narkoba. Untuk di jajaran polwan di Polda Kaltim selama ini, belum ada yang terlibat penyalagunaan narkoba. “Selama ini belum ada. Semoga tidak pernah ada,” tambah Ade.

Diketahui, seluruh anggota polwan tak menyangka dan tercoreng menyusul ditangkapnya mantan kapolsek Astana Anyar, Bandung, Polda Jawa Barat, Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi bersama 11 anggotanya karena diduga terlibat penyalagunaan narkoba Selasa (16/2) lalu.

Spontan institusi Polri kembali tercoreng. Hingga Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri Irjen Pol Ferdy Sambo memastikan akan menjatuhkan sanksi tegas. Yakni sanksi pemecatan dan diseret ke pengadilan pidana. “Saya pastikan diproses pidana dan dipecat,” tegasnya dalam keterangan tertulis.

Ferdy menegaskan, Polri tidak akan memberikan toleransi bagi anggotanya yang terlibat kasus narkoba. Seluruh yang terlibat harus dijatuhi sanksi tegas. “Tidak ada tempat bagi pengguna narkoba di kepolisian. Siapa saja yang terlibat sudah pasti dipidana dan dipecat, putusan tidak dengan hormat,” jelasnya. 

1

Editor :hen
Reporter : aim/ms/k16/prokal.co