Antrean pedagang yang hendak disuntik vaksin di Pasar Tanah Abang Blok A, Jakarta, pekan lalu. Gerakan vaksinasi Covid-19 diharapkan bisa menekan penularan Covid-19 yang hingga kini masih sangat tinggi. (Dok. Dery Ridwansah/ JawaPos.com)


PROKALTENG.CO – Jika sudah pernah terinfeksi Covid-19 lalu sembuh, jangan merasa yakin bahwa Anda tak akan tertular lagi. Seseorang diminta tak menganggap sepele apalagi mengabaikan protokol kesehatan.

Dengan varian baru virus Korona yang muncul saat ini dan belum semua populasi divaksinasi, setiap orang memiliki risiko tertular Covid-19 dua kali.

Kepada NBC 5, Direktur medis eksekutif dari Pengendalian dan Pencegahan Infeksi di Universitas Chicago Medicine dr. Emily Landon mengatakan seorang penyintas memiliki risiko infeksi ulang.

“Yah, sayangnya jawabannya adalah ya,” kata Landon dalam panel diskusi.

“Beberapa orang berisiko terkena itu (dua kali),” tambahnya seperti dilansir dari NBC 5, Senin (22/2).

Menurut Landon, orang yang mengalami infeksi ulang kemungkinan tidak akan terkena untuk kedua kalinya dalam 90 hingga 180 hari pertama setelah infeksi pertama mereka. “Akan tetapi itu tidak berarti bahwa Anda boleh mengabaikan protokol kesehatan,” kata Landon.

Landon menambahkan bahwa beberapa varian baru yang saat ini beredar di AS lebih mungkin menyebabkan penyakit berulang. Di Illinois, kasus varian baru yang pertama kali dilaporkan di Inggris dan Afrika Selatan telah dilaporkan.

“Beberapa varian yang lebih baru lebih mungkin menyebabkan penyakit berulang, dapat terjadi pada orang yang pernah menderita Covid-19 sebelumnya,” kata Landon kepada NBC 5.

“Jadi sangat penting bahwa setiap orang divaksinasi. Itu benar-benar akan meningkatkan kekebalan, bahkan begitu pula untuk penyintas. Dan itu salah satu cara dapat memerangi dan mencoba dan menghindari tertular Covid-19 lagi,” jelasnya.

Departemen Kesehatan Masyarakat Illinois pekan lalu mengungkapkan bahwa kasus pertama varian virus Korona B.1.351, yang pertama kali diidentifikasi di Afrika Selatan, ditemukan di negara bagian tersebut. Kasus Illinois pertama yang diketahui dari jenis yang lebih menular di Inggris diumumkan oleh pejabat kesehatan pada 15 Januari.

Varian ketiga dari Brasil, disebut P.1, juga telah terdeteksi di AS. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), varian virus saat ini menyebar lebih mudah dan cepat daripada varian lain. CDC mencatat penelitian sejauh ini menunjukkan bahwa antibodi dari vaksin virus Korona saat ini efektif mengenali varian ini.

12

Editor : iha
Reporter : jpc/prokalteng