Ilustrasi: Tenaga kesehatan memeriksa ruangan yang ditempati ratusan pasien penderita Covid-19 di RSLI Kogabwilhan II Surabaya kemarin (26/12). (Dimas Maulana/Jawa Pos)


PROKALTENG.CO – Pasien Covid-19 memang masih bisa mengalami berbagai keluhan berkepanjangan setelah sembuh. Bahkan, keluhan bisa dirasakan berbulan-bulan setelah dinyatakan negatif Covid-19 lewat tes PCR.

Kepada JawaPos.com, Jumat (5/3), para penyintas Covid-19 bercerita berbagai keluhan yang mereka masih alami sampai saat ini. Beberapa di antaranya masih merasakan sesak napas, sakit kepala, hingga mudah lelah.

Salah satunya dituturkan warga Bandung, Jawa Barat. Seorang pemuda, yang menolak namanya dipublikasikan, menceritakan bahwa ibunya terkena Long Covid-19 sampai saat ini. Ibunya berusia 49 tahun. Awal kena Covid-18 tanggal 12 Januari 2021, dan dinyatakan sembuh 8 Februari. Saat itu sebetulnya sudah dinyatakan sehat.

“Ibu saya lama penyembuhannya karena ibu saya ada penyakit bawaan yaitu maag kronis,” kata pemuda itu.

Meski sudah dinyatakan sembuh, ibunya masih merasa gampang lelah, gampang tidak enak badan, gampang sesak, gampang pegal-pegal, bahkan mudah lupa.

“Sejauh ini didampingi sama dokter dari puskesmas. Sekarang minum vitamin saja. Kemarin juga baru kontak sama dokter puskesmas mengenai keluhan Long Covid,” tuturnya.

Cerita lain disampaikan oleh seorang gadis di Kalimantan Timur. Dia sakit Covid-19 bulan September 2020. Lalu ke luar isolasi mandiri bulan November.

“Awal sakit itu kirain cuma demam biasa. Tapi lama-lama kepala sakit banget, sampai rahang pun ikutan sakit. Habis itu perut bermasalah, terus nggak bisa cium sama rasa juga,” katanya.

Sang gadis, yang juga tidak mau namanya ditulis, sampai sekarang masih sering sakit kepala. Perut juga sering bermasalah, dan napasnya kadang sesak.

“Pokoknya badan tak bisa sesehat dulu rasanya, walaupun udah negatif,” tuturnya.

Sejauh ini dia tak ada pendampingan medis atau tak minum obat lagi. Anehnya, hasil rontgen menunjukkan paru-parunya normal.

“Kalau rotgen terakhir waktu swab sih paru-paru sudah normal,” jelasnya.

Sementara itu, sesuai data Badan Pengawasan Obat dan Makanan (FDA) AS, komplikasi jangka panjang yang lebih serius juga dilaporkan. Keluhan itu telah diketahui mempengaruhi sistem organ yang berbeda di dalam tubuh. Apa saja?

Kardiovaskular: radang otot jantung

Pernapasan: kelainan fungsi paru

Ginjal: cedera ginjal akut

Dermatologis: ruam, rambut rontok

Neurologis: masalah penciuman dan rasa, masalah tidur, kesulitan konsentrasi, masalah memori

Psikiatri: depresi, kecemasan, perubahan mood

Signifikansi jangka panjang dari efek ini belum diketahui. CDC AS akan melanjutkan penyelidikan dan menginformasikan perawatan klinis Covid-19 serta tanggapan kesehatan masyarakat terhadap Covid-19.

123

Editor : iha
Reporter : jpc/prokalteng