ILUSTRASI. Dikatakan dalam penelitian, Covid-19 dapat menyebabkan kerusakan jantung atau cedera pada orang yang awalnya sehat. (Pixabay)


PROKALTENG.CO – Penelitian terbaru menunjukkan SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 bisa menginfeksi sel jantung seseorang. Seorang pasien bisa mengalami kondisi kerusakan jantung sebagai reaksi terhadap infeksi.

Meskipun virus tersebut awalnya dianggap sebagai penyakit pernapasan, laporan pada 2020 secara konsisten menyebutkan bahwa pasien mengalami komplikasi kardiovaskular seperti laporan Mayo Clinic. Laporan News Atlas mengatakan bahwa penyakit jantung yang terkait dengan Covid-19 adalah hasil sekunder dari peradangan umum yang menyertai penyakit tersebut.

Menurut penulis senior studi tersebut, Kory Lavine, di awal krisis kesehatan global ini, mereka menunjukkan bahwa Covid-19 dapat menyebabkan kerusakan jantung atau cedera pada orang yang awalnya sehat. Perbedaan substansial dalam kematian antara pasien yang pernah atau tidak mengalami gagal jantung telah diamati. Akibatnya, mereka yang mengalami gagal jantung ternyata memiliki angka kematian yang lebih tinggi.

Dalam penelitian ini, penulis penelitian mengidentifikasi lebih dari 200 artikel potensial. Setelah menyaring judul studi dan abstrak dari artikel yang tersisa, para peneliti mengidentifikasi sekitar 92 artikel yang berpotensi signifikan. Dalam ulasan mereka, peneliti studi menemukan bahwa gagal jantung terkait dengan rawat inap pada pasien Covid-19.

Penelitian menunjukkan bahwa bahkan beberapa atlet yang diizinkan kembali berkompetisi setelah terinfeksi Covid-19 kemudian dapat mengalami keluhan jaringan parut di jantung. Selain itu, masih terdapat perdebatan mengenai apakah kondisi jantung seperti itu disebabkan oleh infeksi langsung pada jantung. Sebab reaksi inflamasi sistematis itu bisa terjadi karena infeksi paru-paru.

Untuk memahami lebih lanjut bagaimana cara SARS-CoV-2 berinteraksi dengan jaringan jantung manusia, penulis studi merekayasa model otot jantung dengan menggunakan sel induk. Model in-vitro ini memungkinkan para peneliti penelitian untuk pada akhirnya menunjukkan bagaimana virus secara khusus menginfeksi otot jantung.

Covid-19 menarik jenis sistem kekebalan yang berbeda, yang dapat membantu menjelaskan mengapa kerusakan jantung dapat berlangsung berbulan-bulan pada penderita Covid-19. Peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Washington di St. Louis mengembangkan lebih banyak model hewan untuk meneliti lebih lanjut tentang efek Covid-19 ini pada jantung.

Masih belum jelas berapa lama kerusakan jantung tersebut dapat berlangsung, atau apa pengaruhnya terhadap kondisi kardiovaskular di masa depan. Peneliti menjelaskan, bahkan individu muda yang menderita gejala Covid-19 ringan dapat mengalami penyakit jantung di kemudian hari. Maka peneliti menyarankan agar pasien membatasi kapasitas mereka untuk berolahraga. Studi ini diterbitkan dalam JACC: Basic to Translational Science journal (SARS-CoV-2 Infects Human Engineered Heart Tissues and Models COVID-19 Myocarditis).

1

Editor : iha
Reporter : jpc/prokalteng