Ilustrasi rambut rontok (Pixabay)


PROKALTENG.CO – Sejumlah pasien Covid-19 yang telah terinfeksi beberapa bulan lalu dan sudah negatif, mengalami keluhan aneh. Sebagian penyintas mengalami kerontokan rambut. Mengapa demikian?

Sebuah laporan dari NPR menunjukkan bahwa rambut rontok mungkin tampak mengkhawatirkan meski sebenarnya itu adalah reaksi umum terhadap stres yang ekstrem. Baik secara fisik seperti infeksi virus Korona atau emosional akibat pandemi ini.

Sehubungan dengan hal tersebut, sebuah penelitian yang diterbitkan The Lancet menemukan bahwa sekitar 22 persen pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit di Tiongkok melaporkan mengalami kerontokan rambut enam bulan setelahnya.

Telogen Effluvium

Menurut spesialis penyakit menular dr. Aurora Pop-Vicas dari UW Health di Madison, Wisconsin, jenis kerontokan rambut yang terkait dengan stres, secara resmi dinamai dengan istilah telogen effluvium. Dia menambahkan bahwa orang yang menderita Covid-19 beberapa bulan yang lalu mungkin mengalaminya sekarang karena begitu banyak orang yang sangat menyadari penyakit tersebut, termasuk gejalanya.

Sementara itu, dilansir dari Science Times, Senin (8/3), Direktur Medis Program Rehabilitasi Aktivitas Covid-19, dr. Greg Vanichcakhorn di Mayo Clinic yang berbasis di Rochester, Minnesota mengatakan, lebih tepat menganggap kejadian itu sebagai kerontokan rambut.

Pada dasarnya, Vanichcakhorn menjelaskan, jika seseorang mengalami infeksi atau peristiwa yang sangat menegangkan, hal itu dapat mengakibatkan sel-sel rambut memasuki fase tidak aktifnya.

Oleh karena itu, mungkin alasan seseorang mengalami keluhan rambut rontok pasca Covid-19 adalah karena tubuhnya masih bereaksi kurang baik atas infeksi yang terjadi.

Dokter pengobatan keluarga di Pusat Kesehatan Providence Saint John yang berbasis di California, dr. David Cutler mengatakan bahwa rambut juga mengalami siklus ini dalam keadaan biasa. Dia melanjutkan rambut rontok adalah kejadian alami bahwa folikel rambut mengalami episode istirahat dan. Lima persen rambut dikatakan berada dalam fase rontok, dan sisanya mengalami fase pertumbuhan.

Alasan Lain Rambut Rontok

Rambut rontok tidak dapat diasosiasikan hanya dengan gejala Covid-19 yang panjang. Ada alasan lain untuk kejadian seperti itu, dan obat-obatan seperti kemoterapi dan penuaan termasuk di antaranya.

Terkadang, penyakit tiroid juga dapat menyebabkan kerontokan rambut, serta masalah kulit kepala dan ketidakseimbangan hormon. Sangat penting untuk menghubungi penyedia perawatan primer untuk membantu mengatasi masalah ini. Keluhan rambut rontok di Indonesia dialami penyintas kasus 01 serta beberapa penyintas lainnya. Dan, contoh lain juga terjadi pada selebriti dunia. Pada Agustus 2020, aktris Alyssa Milano terlihat di video YouTube menunjukkan kerontokan rambut yang dialaminya akibat Covid-19 bahkan beberapa bulan setelah pemulihan.

12

Editor : iha
Reporter : jpc/prokalteng