Prakirawan BMKG Palangka Raya, Lina


PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO - Badan Meteorologi klimatologi dan Geofisika (BMKG) Palangka Raya mengungkapkan, siklon tropis yang mengakibatkan musibah banjir bandang dan longsor di Nusa Tenggara Timur, juga berdampak secara tidak langsung di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah.

Meski memang tidak berpengaruh secara langsung di wilayah Provinsi Kalteng, namun dampak secara tidak langsung tetap aka dirasakan. Seperti tekanan udara di daerah siklon yg cukup rendah, mengakibatkan perbedaan tekanan udara yg cukup tinggi sehingga tarikan massa udara ke daerah siklon yg cukup kuat, menyebabkan angin di wilayah pesisir selatan dan perairan Kalteng cukup kencang, berkisar antara 10 - 20 knot (setara 18 - 36 km/jam).

“Ini mengakibatkan gelombang di perairan Kalimantan Tengah cukup tinggi, mencapai 1 - 2 meter untuk 3 hari ke depan,” kata prakirawan BMKG Palangka Raya, Lina kepada prokalteng.co, Selasa (7/4).

Selain itu lanjut dia, juga perlu diwaspadai saat ini akan ada peningkatan curah hujan dalam beberapa hari ke depan ada di wilayah pesisir Kalteng dan bagian tengah serta timur, seperti kabupaten Barito Selatan, Barito Timur, Barito Utara, Pulang Pisau, Kapuas, Gunung Mas, Katingan dan Kota Palangka Raya.

Dia juga menjelaskan, dalam beberapa perubahan cuaca yang dapat terjadi kapan saja. Untuk itu masyarakat diimbau tetap waspada, karena potensi hujan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir/kilat dan angin kencang yang terjadi sesaat sebelum hujan di wilayah Kalteng bisa terjadi.

"Dengan tingginya intensitas hujan, masyarakat dihimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak bencana yang ditimbulkan seperti banjir, genangan air, tanah longsor, angin kencang, kilat/petir dan pohon tumbang," pungkasnya.

1

Editor : nto
Reporter : yud