Konten dari halaman ini Salah Sasaran, Serangan Udara AS Tewaskan 17 Polisi Afghanistan - Prokalteng

Salah Sasaran, Serangan Udara AS Tewaskan 17 Polisi Afghanistan

- Advertisement -

SERANGAN udara yang dipimpin AS di Afghanistan secara tidak sengaja
telah menewaskan sedikitnya 17 petugas keamanan pemerintah dan melukai lebih
dari puluhan lainnya. Para pejabat Afghanistan mengkonfirmasi hal tersebut pada
Jumat waktu setempat.

Serangan itu terjadi di luar
ibukota provinsi Helmand Lashkar Gah, di mana pasukan pemerintah memerangi
gerilyawan Taliban.

Kementerian Dalam Negeri
Afghanistan mengatakan, pemboman itu diperintahkan untuk membantu pasukan
pemerintah mempertahankan diri terhadap serangan besar-besaran Taliban di
distrik Nahr-e-Saraj.

Laporan UPI, seorang komandan
batalion polisi jalan raya tewas dalam serangan itu. Ketua dewan Attaullah
Afghan mengatakan, komandan polisi itu diidentifikasi sebagai Letnan Gran
Habib.

Pihak Kementerian mengatakan,
Taliban menderita kerugian besar dalam pertempuran itu. Tidak diketahui jelas,
mengapa serangan udara itu menghantam pasukan pemerintah.

Juru bicara Taliban Qari Yousaf
Ahmadi mengklaim serangan itu menewaskan 35 pasukan keamanan dan empat komandan
senior polisi Afghanistan. Taliban telah melanjutkan serangan terhadap pasukan
pemerintah Afghanistan di saat mereka juga bernegosiasi untuk perdamaian dengan
para pejabat AS.

Tolo News dalam laporan lain
menyebutkan hampir delapan anggota polisi kehilangan nyawa dalam serangan udara
ini. Termasuk Letnan Gran Habib, Komandan 601 Highway. Setidaknya 11 polisi
lainnya terluka dalam bentrokan itu.

Sementara itu, Attaullah Afghan,
kepala Dewan Provinsi Helmand, mengatakan bahwa setidaknya 17 polisi tewas
dalam serangan udara yang dilakukan oleh Pasukan Koalisi itu. Kementerian itu
mengatakan, Taliban juga menderita kerugian besar dalam serangan itu. (UPI/Tolo News/amr/kpc)

- Advertisement -
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

HUKUM KRIMINAL

Recent Comments