Konten dari halaman ini Lebaran Usai, LC di Palangkaraya Menggeliat - Prokalteng

Lebaran Usai, LC di Palangkaraya Menggeliat

- Advertisement -

PROKALTENG, PALANGKA RAYA-Menjadi pemandu lagu di tempat hiburan karaoke atau yang kerap disebut dengan ladies companion (LC), dapat dibilang sebuah pekerjaan yang menggiyurkan. Bagaimana tidak? Sebab, dalam satu malam seorang LC bisa meraup penghasilan hingga jutaan rupiah lho!

Terlebih jika saat ini, semua tempat hiburan malam (THM), khususnya di Kota Palangka Raya sudah mulai beroperasi kembali usai hari besar keagamaan seperti Ramadan dan Idulfitri beberapa waktu lalu.

Ya, selama bulan suci Ramadan dan Idulfitri, operasional seluruh THM di kota cantik ini dibatasi waktu operasionalnya. Sehingga hal itu tak sedikit membuat pengunjung menurun di semua THM. Imbasnya tentu kepada pendapatan bagi para wanita yang berprofesi sebagai pemandu lagu di tempat karaoke.

Terbukti, kondisi itu diakui oleh salah satu LC berinisial N (25) yang kerap nongkrong di tempat karaoke ternama di Kota Palangka Raya. Menurut pengakuannya, setelah lebaran berlalu, dirinya mulai kembali aktif bekerja.

Balutan busana ketat dan polesan make up, dia berharap mampu mengundang daya pikat bagi para pengunjung THM untuk minta ditemani berkaraoke. Tanpa sedikit keraguan N menuturkan bahwa pendapatannya dalam semalam mampu mengumpulkan uang sebesar dua juta rupiah. Sementara untuk tarif menemani berkaraoke, dikatakan N berkisar Rp300.000 sampai dengan Rp500.000. Itu pun tergantung dari berapa lama durasi menemaninya saat berkaraoke.

“Pertama kali saya bergabung itu, awalnya diajak teman yang menawarkan pekerjaan tidak berat dan mudah mendapatkan uang. Karena tawaran itulah, saya berminat dan bergabung. Yah, kurang lebih 3 tahunan ini,”ucap N, wanita yang tinggal di Jalan Mahir Mahar Kota Palangka Raya itu kepada Prokalteng.co, Selasa (2/5/2023) malam.

Dia tak menampik, jika pendapatannya sebagai LC sempat menurun di saat adanya pembatasan waktu operasional THM pada waktu bulan Ramadan dan Idulfitri waktu lalu.

“Para pengunjung cukup sepi saat itu. Namun, sekarang ini para pengunjung mulai ramai lagi. Maka otomatis bisa mempengaruhi tingkat pendapatan kami juga,”ujarnya seraya tersenyum.

Disinggung bagaimana cara memberikan pelayanannya terhadap pengunjung, dia menyebutkan bahwa sebagai seorang LC harus memiliki modal dasar bisa menguasai lagu dan melayani pengunjung.

“Hasilnya ditabung untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan membantu perekonomian keluarga,”tandasnya. (rin/hnd)

- Advertisement -
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

HUKUM KRIMINAL

Recent Comments