Modal Usaha Kue dari KUR BRI, Momen Keagamaan Omset Meningkat

- Advertisement -

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Binaan Bank Rakyat Indonesia (BRI), Kue kering DV yang dijual oleh Devita Novi menjadi penghasilan tambahan baginya untuk memenuhi kebutuhan sehari-sehari. Devita merupakan pensiunan pegawai Bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang memilih jualan kue sebagai penghasilannya setelah tak bekerja lagi.

Terlihat berbagai macam kue kering yakni kue putri salju, kue kacang, nastar, dan beragam kue keringnya dan stik bawang pun siap untuk dijualkan. Produk yang dijualkannya pun harganya juga beragam. Dari yang paling murah Rp35.000 hingga paling mahal Rp120.000 tergantung ukuran dan jenis kuenya.

Wanita berusia 48 tahun ini sendiri memulai usahanya dari rumah yang beralamat di Jalan Jati I No 5 H, Kelurahan Panarung, Kecamatan Pahandut dengan bermodalkan Rp5 juta sejak Juni 2021.

“Awalnya sedikit, taruh di toko trubus, di toko trubus setiap bulan ditaruh. Ada penghasilan tambahan di situ,” ujarnya, Rabu (10/5).

Istri dari Dodhy ini mengungkapkan, dalam pengembangan usahanya ia mendapatkan pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari BRI untuk membeli alat untuk mendukung produksi kue. Kini usaha yang digelutinya sudah 2 tahun menjadi binaan BRI.

“Kita memasarkan lewat pasar.id, juga di rumah, lewat media sosial. Kalau setiap hari besar pesanan lewat online lumayan lah. Dan kita juga bikin hampers,” jelasnya.

Ibu yang memiliki tiga anak ini mengaku, produk kue kering pernah dibeli sampai ke luar pulau Kalimantan. Hal itu berkat media sosial sebagai wadah pemasaran produknya. Akun media sosial yang dimilikinya pun bermacam-macam. Dari Instagram, facebook, dan whatsapp.

“Media sosial terbantu sekali di situ yang banyak konsumen membeli. Kebanyakan pembelinya online,” bebernya.

Bahkan pada hari-hari besar keagamaan, diakui Devi omset penjualannya mengalami peningkatan yang signifikan. Omset penjualannya berkisar kurang lebih Rp15 juta pada momen hari besar keagamaan. Penjualannya bisa mencapai kurang lebih 300 toples.

Kini bisnis kue kering dijalaninya menjadi penghasilan tambahan bagi dirinya. Penghasilan yang didapat sekitar Rp2 juta – Rp3 juta dalam sebulannya.

“Yang jelas usaha ini bisa membantu orang tua, menambah penghasilan. Kita masih awal-awal usaha, kita masih banyak untuk bahan-bahan modal,” tandasnya. (hfz)

- Advertisement -
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

HUKUM KRIMINAL

Recent Comments