Kepala Dinas Pertanian Pulang Pisau, Slamet Untung Riyanto


PULANG PISAU - Kawasan pertanian di Desa Pantik, Gadabung, Belanti Siam dan Desa Sanggang mulai “disusupi” perusahaan perkebunan kelapa sawit. Kepala Dinas Pertanian (Distan) Pulang Pisau Slamet Untung Riyanto tidak menepis itu.

“Memang ada sedikit masuk kawasan lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B). Izin perusahaan itu keluar sebelum perda RTRWK turun,” kata Slamet saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (25/6).

Pihaknya mengingatkan perusahaan tidak masuk ke kawasan pertanian. “Karena jaraknya memang dekat dengan lahan pertanian,” ucapnya.

Saat dikonfirmasi terkait keterlibatan Distan dalam izin arahan lokasi, Slamet mengaku itu bukan kewenangan pihaknya.

“Soal izin arahannya ada pada BPN. Kami ranahnya pada IUP (izin usaha perkebunan). Itupun hanya semacam rekomendasi teknis,” kata Slamet.

Misalnya, kata dia, lahan yang diajukan IUP itu ada sawah atau ada makam harus dikeluarkan. Dia mengaku, masuknya perkebunan itu juga ada koordinasi dengan pihaknya.

Namun Slamet mengaku tidak khawatir dengan kondisi itu. “Tugas kami memberikan rekomendasi teknis. Selama itu di luar area pertanian tidak ada masalah,” ucap dia.

Terkait dengan analisis dampak lingkungan tata kelola perairan, Slamet juga mengaku tidak terlalu khawatir. Karena pengairan pertanian di kawasan tersebut dari air pasang surut.

“Karena kalau air pasang surut bisa diatur kebutuhan airnya. Jadi tidak masalah,” katanya.

Apalagi, lanjutnya, dengan keberadaan food estate. Semua tata kelola saluran air diperbaiki. “Semua saluran sekunder dan primer akan diperbaiki, untuk tata kelola air keluar masuk. Otomatis air di lahan sawah lebih baik,”  ungkap Slamet.

1 2

Editor : nto
Reporter : art/top

You Might Also Like