Ilustrasi penanganan pasien Covid-19 (Salman Toyibi/Jawa Pos)


Obat statin penurun kolesterol yang umum digunakan, ternyata dapat membantu mengurangi tingkat kematian pada pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit, menurut studi terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Cell Metabolism.

Penelitian pada hewan menunjukkan bahwa obat statin dapat meningkatkan respons sel kekebalan tubuh, mengurangi peradangan, dan memperlambat perkembangan cedera paru-paru. Namun, belum jelas bagaimana pengaruh penggunaan statin, baik penggunaan tunggal atau dikombinasikan dengan obat lain, terhadap hasil klinis pada pasien Covid-19.

Untuk mencari jawabannya, para peneliti di Rumah Sakit Renmin Universitas Wuhan melakukan penelitian, yang melibatkan 13.981 pasien Covid-19 di 21 rumah sakit di Provinsi Hubei, dengan 1.219 di antaranya diberikan statin.

Setelah pengamatan selama 28 hari, para peneliti menemukan bahwa tingkat kematian kelompok yang diberikan statin sebesar 5,2 persen, lebih rendah dari angka kematian 9,4 persen pada kelompok yang tidak diberikan statin.

Studi skala besar tersebut juga menunjukkan bahwa penggunaan obat statin dikaitkan dengan penurunan insiden ventilasi mekanik invasif, dirawat di unit perawatan intensif (ICU), dan sindrom gangguan pernapasan akut pada pasien Covid-19. Selain itu, mereka yang mengonsumsi statin memiliki tingkat biomarker peradangan yang jauh lebih rendah daripada mereka yang tidak mengonsumsi obat tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa statin dapat mencegah kondisi pasien berkembang menjadi parah.

Menurut para peneliti, 319 pasien dalam studi itu menggunakan statin yang dikombinasikan dengan inhibitor angiotensin-converting-enzyme(ACE) atau angiotensin-receptor blocker(ARB), dan 603 di antaranya diberikan statin yang dikombinasikan dengan obat tekanan darah lainnya. Hasilnya menunjukkan bahwa dengan menambahkan inhibitor ACE atau ARB tidak meningkatkan risiko kematian pada pasien. “Hasil ini membuktikan keamanan dan kemanjuran obat statin dalam mengobati pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit,” kata ketua peneliti Li Hongliang, seraya menambahkan bahwa statin merupakan obat yang menjanjikan untuk Covid-19, terutama ketika belum ada vaksin atau pengobatan yang disetujui untuk penyakit tersebut. (*)

1 2

Editor :iha
Reporter : jpc/kpc

You Might Also Like