Alviana, guru Kelas IV SDN 4 Menteng dengan protokol kesehatan ketika melayani wali murid mengambil rekap nilai, kemarin (29/6). Hari ini (30/6) di sekolah itu mulai membuka proses daftar ulang. (AGUS PRAMONO/KALTENG POS)


PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO-Penerimaan peserta didik baru (PPDB) di lingkup SMA/SMK sederajat di Kalteng sudah selesai dilakukan dan sudah pula melalui tahap daftar ulang. Berdasarkan data yang dihimpun Dinas Pendidikan (Disdik) Kalteng terlihat daya tampung di SMA/SMK se-Kalteng mencukupi bahkan masih ada yang tersisa. PPDB di tengah pandemi Covid-19 tidak memengaruhi minat siswa.

“Persentasi jumlah peserta didik tahun ini dengan tahun sebelumnya hampir sama. Bahkan, saat ini sudah tidak menumpuk di satu tempat saja, misla saja di Kota Palangka Raya, untuk SMA 1 dan SMA 2 Palangka Raya menyangkut enam kelurahan,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdik Kalteng Mofit Saptono Subagio saat diwawancarai di Gedung DPRD Kalteng, Senin (29/6).

Untuk SMA, lanjut Mofit daya tampung yang tersedia se-Kalteng sebanyak 17.344 peserta didik. Jumlah peminat sebanyak 21.147 siswa, dan yang mendaftar 15.645 siswa.

“Dari jumlah yang mendaftar ini ada beberapa yang tidak memenuhi persyaratan sehingga yang diterima sebanyak 14.304 peserta didik se-Kalteng untuk SMA,” sebutnya.

Dengan demikian, data ini menjelaskan bahwa sudah adanya pemerataan peserta didik sehingga tidak terkonsentrasi hanya di satu sekolah saja. Dari jumlah daya tampung dan peserta yang terdaftar dan sudah diterima masih ada sisa daya tampung yang tersedia.

“Artinya pemerintah provinsi (Pemprov) Kalteng sudah memberikan penyediaan ruang belajar yang mencukupi, begitupun dengan SMK,” ucapnya kepada Kalteng media.

Untuk SMK, lanjut dia, daya tampung peserta didik SMK se-Kalteng sebanyak 16.528 orang. Jumlah peminat sebanyak 21.557 orang dan yang mendaftar sebanyak 15.937 tetapi yang diterima 14.622, sehingga daya tampung SMK pun masih mencukupi bahkan tersisa.

“Hanya saja terkadang masyarakat memaksakan diri di sekolah-sekolah tertentu dengan segala asumsi, padahal dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) sudah diatur berkenaan penerimaan salah satunya dengan adanya zonasi,” ungak Mofit.

1 2

Editor :dar
Reporter : ahm/abw

You Might Also Like