Darmawati


SAMPIT - Baru-baru ini, BMKG memprediksi jumlah titik api atau hotspot di wilayah Kalimantan Tengah yang terbagi di beberapa kabupaten. Kotawaringin Timur (Kotim) merupakan daerah paling rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Menanggapi hal ini, Ketua Komisi II DPRD Kotim Hj Darmawati minta agar perusahaan besar swasta (PBS) mulai membantu pemerintah daerah dalam menghadapi musim kemarau yang rentan terjadi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Kita minta PBS, mulai melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait bahaya karhutla. Kita ingin pencegahan di awal harus benar-benar dilakukan oleh semua pihak agar mengantisipasi terjadinya dampak negatif di kemudian harinya," kata Darmawati saat dibincangi di ruang kerjanya, Senin (29/6).

Wakil rakyat itu berharap, dalam pencegahan nantinya, peran serta unsur pemerintahan, baik dari tingkat kabupaten, kecamatan sampai pemerintah desa juga harus lebih agresif dalam menekan terjadinya kebakaran.

"Terutama kita mulai dari desa dulu, karena desa merupakan lokasi yang paling dekat dengan titik-titik api harus lebih agresif, baik koordinasi dengan kecamatan, kepolisian, TNI, bahkan ke kabupaten," tegas Darmawati.

Politikus Partai Golkar ini juga berpesan kepada masyarakat agar selalu menaati aturan yang ada dan tidak melakukan aktivitas berladang dengan membakar tanpa adanya pengawasan dan izin dari instansi terkait.

"Kita tidak ingin masyarakat terdampak hukum hanya karena membakar lahan untuk kepentingan pertanian. Tetapi carilah solusinya dan koordinasi dengan pemerintah desa, bahkan kecamatan," pungkasnya.

 

1 2

Editor :hen
Reporter : bah/ens

You Might Also Like