Leo Rolly Carnando/Indah Cahya Sari Jamil saat Juara Dunia Junior 2018. (Foto: PBSI)


JAKARTA – Skuad ganda campuran pelatnas siap bertempur dalam PBSI Home Tournament di Cipayung, Jakarta Timur, mulai besok (1/7). Termasuk para pemain junior. Berbeda dengan ganda putra yang pasangannya diacak, para pemain berpasangan dengan partner masing-masing. Jadi, mereka benar-benar diadu dengan pasangan top seperti Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti maupun Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja. 

 

Hal itu malah membuat Indah Cahya Sari Jamil bersemangat. Juara dunia junior 2018 tersebut kini berpasangan dengan Teges Satriaji Cahyo Hutomo. Ini laga perdana mereka setelah jeda turnamen. Kali terakhir mereka terjun di German Open Junior 2020 Maret lalu. Indah/Teges sukses menjadi juara.

 

’’Turnamen ini jadi obat rindu karena sudah lama tidak bertanding. Selain itu, jadi tolok ukur sejauh mana perkembangan saya selama ini,’’ papar Indah. Gadis 18 tahun itu berharap penampilannya membaik. Sebab, dia memasang target merebut gelar di Kejuaraan Dunia Junior 2020. Event tersebut ditunda menjadi 11–24 Januari 2021.

 

Indah menyatakan siap jika harus berhadapan dengan para seniornya dalam home tournament besok. Kebetulan, dia dan Teges bergabung di grup D. Bersama peringkat kedelapan dunia Hafiz/Gloria serta Akbar Bintang Cahyono/Winny Oktavina Kandow. ’’Lawan siapa pun tidak masalah. Dihadapi saja. Itu bagus buat perkembangan permainan saya nanti,’’ tuturnya.

 

Dalam beberapa bulan terakhir, Indah berfokus latihan untuk memperbaiki kekurangannya sendiri. Terutama dari segi defense. Selain itu, dalam home tournament ini, Indah ingin menjajal team work-nya dengan Teges.

 

’’Harusnya bisa lebih dari sebelumnya. Karena pertandingan kan beda sama latihan. Dari situ bisa kelihatan apa yang kurang,’’ tutur mantan pasangan Leo Rolly Carnando tersebut. ’’Lalu, masih ada waktu buat perbaikan ke depan,’’ ujarnya.

 

Semangat yang sama ditunjukkan pasangan peringkat ke-33 Adnan Maulana/ Mychelle Crhystine Bandaso. Mereka terang-terangan menyatakan tertantang untuk mengalahkan dua pasangan terbaik Indonesia, Praveen/Melati dan Hafiz/Gloria. ’’Rasa tidak mau kalahnya lebih tinggi ya,’’ ujar Mychelle kemarin. 

 

Sehabis Lebaran Mei lalu, ganda campuran menggelar turnamen internal yang memasangkan pemain lapis pertama dan kedua. ’’Jadi, sudah merasakan turnamen yang seperti ganda putra,’’ kata pebulu tangkis berusia 22 tahun itu.

 

Selain PraMel dan HafGlo, tantangan berat hadir dari pasangan Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari dan Akbar/Winny yang memiliki pengalaman cukup mumpuni. Selain itu, karena sering berlatih bersama, setiap pasangan sudah mengetahui kelebihan dan kekurangan masing-masing.

 

Terutama bagi pemain senior yang penampilannya sering dilihat dan dijadikan acuan. ’’Jadi, nanti di pertandingan berharap mainnya lepas dan gak mau kalah. Soal menang atau kalah, itu urusan belakang,’’ paparnya.

 

1 2

Editor :hen
Reporter : raf/c19/na/jpg

You Might Also Like