Rapat DPRD Kalteng bersama TPAD Kalteng bahas penggunaan anggaran covid-19 dan Pilkada Kalteng. (FOTO : ARJONI/KPC)


PALANGKA RAYA, KALTENGPOS.CO -  Anggaran pelaksaanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kalteng, untuk dua lembaga membengkak. Tambahan anggaran itu terjadi di Polda Kalteng dan Korem 102 Panju Panjung dengan tambahan masing-masing diangka Rp 4 Miliar lebih.

Tambahan anggaran yang cukup besar tersebut menjadi sorotan kalangan DPRD Kalteng. Salah satunya dari Anggota DPRD Kalteng Fraksi Partai Gerindra Kuwu Senilawati. 

Dia menilai, anggaran tersebut terlalu besar dan jomplang. Sebab, KPU dan Bawaslu tidak ada penambahan anggaran. "Anggaran Polda Kalteng menjadi sangat tinggi dan jomplang. Karena anggaran Pilkada untuk Polda Kalteng sudah cukup besar, yakni Rp 40 Miliar dan bertambah Rp 4 Miliar lebih, sehingga menjadi Rp 44 Miliar lebih," ucap Kuwu Senilawati.

Sementara untuk Korem 102 Panju Panujung total anggaran setelah ada tambahan Rp 4,5 Miliar menjadi Rp 7 Miliar. Anggaran tambahan tersebut digunakan untuk pengamanan dan juga protokol kesehatan dalam pelaksanaan Pilkada 2020. 

1

Editor :dar
Reporter : arj/kpc