Bupati Katingan, Sakariyas membagikan masker untuk pengendara yang melintas di ruas Jalan Tjilik Riwut beberapa waktu lalu. Penggunaan masker merupakan salah satu penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. (Foto: net)


KASONGAN, KALTENGPOS.CO - Peraturan Bupati (Perbup) nomor 53 Tahun 2020, tentang Penerapan Pendisiplinan dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan, Dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid 19 di Katingan, masih dalam tahap sosialisasi.

Setelah selesai atau pasca sosialisasi nanti, maka bagi pelanggar Perbup nomor 53 tahun 2020, tak ada toleransi lagi. Para pelanggar, akan ditindak tegas.

Hal ini disampaikan Kepala Satpol PP Kabupaten Katingan Pimanto, melalui Kasubid Penegakan Perda Satpol PP Katingan Budiman L Gaol kepada Kalteng Pos, Rabu (23/9).

Selama operasi yustisi ini kata Gaol, pelanggar cuma diberikan teguran untuk tidak lagi mengulangi perbuatannya. Oleh sebab itulah, dia minta agar warga Katingan betul-betul mematuhi apa yang sudah diterapkan oleh pemerintah. Sehingga nanti tidak mendapatkan sanksi.

"Tidak susah kok, jika keluar rumah kita hanya menggunakan masker. Menjaga jarak, mencuci tangan dan menghindari kerumunan. Ini untuk diri kita sendiri, agar tidak terkena Virus Corona," katanya.

Kemudian untuk sanksi, sebagaimana yang sudah disampaikan, selain sanksi moral juga denda Rp 100 ribu. "Untuk sanksi moral ini mungkin akan lebih berat. Kita suruh menyapu jalan umum. Kemudian dikenakan rompi pelanggar Protokol kesehatan. Jangan sampai nanti ada yang kena sanksi," ujarnya.

Selanjutnya dari hasil pelaksanaan operasi Yustisi, menurutnya memang masih ditemukan adanya pelanggaran. Namun jumlahnya sudah ada penurunan. "Ya mudah-mudahan ini menunjukkan ada kesadaran dari warga kita," tandasnya.

1

Editor : nto
Reporter : eri