Ilustrasi. (foto: net)


KALTENGPOS.CO - Amerika Serikat berencana mengeksekusi mati tahanan federal, pada 8 Desember 2020. Tindakan suntik mati ini menjadi yang pertama sejak 70 tahun terakhir.

Departemen Pengadilan Amerika Serikat mengatakan jika Lisa Montgomery akan menjalani suntik mati pertama, setelah itu disusul tahanan bernama Brandon Bernard, di bulan yang sama.

Jaksa Penuntut Umum AS, General William bar mengatakan jenis kriminalnya sering kali pembunuhan keji. Tahun lalu, pemerintah Donald Trump juga mengatakan akan mengaktifkan kembali eksekusi federal.

Lisa Montgomery sendiri ditahan lantaran terbukti membunuh ibu hamil, kemudian mengeluarkan bayi, dan menculiknya di tahun 2004.

Peristiwa itu diawali ketika Montgomery menuju kediaman Bobbie Jo Stinnett, dari Kansas menuju Missouri, untuk membeli anak anjing.

Sesampainya di dalam rumah, Montgomery menyerang dan mencekik Stinnett, yang saat itu sedang hamil 8 bulan. Korban yang pisan akibat dicekik, lantas dibelah perutnya untuk mengambil anaknya.

Kesakitan membuat korban sadar dan melawan, namun kembali dicekik hingga meninggal. Setelah korban meningggal, bayi di dalam perut korban dikeluarkan dan dianggap sebagai anaknya sendiri.

Tahun 2007, juri di Montgomery menyatakan pelaku bersalah dan merekomendasikan hukuman mati bagi pelaku, meski pengacaranya menyebut jika Montgomery mengalami kerusakan otak akibat dipukul saat kecil.

Eksekusi ini menjadi yang pertama sejak tahun 1953. Pemerintah federal mengeksekusi Bonnie Heady, tahanan perempuan, di dalam ruangan dengan gas beracun.

12

Editor : nto
Reporter : bbc/ngopibareng/kpc