Ilustrasi vaksin Korona (Istimewa)


Distribusi pemberian vaksin Covid-19 hingga saat ini masih dikaji. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga mewacanakan akan memvaksin kelompok rentan terlebih dahulu seperti pekerja medis dan lansia.

Lalu, bagaimana dengan orang dewasa muda?

Pakar Kesehatan Dr. Purnamawati Sujud, SpA(K), MMped, dari Yayasan Orang Tua Peduli mengatakan pencegahan penyakit melalui imunisasi itu paling efektif. Sebab hasilnya akan terbukti baik.

“Vaksin itu paling cost effective, artinya, efisien dan hasilnya baik,” katanya dalam dialog ‘Mengapa Vaksin Penting? Perlukah untuk Orang Dewasa?’ oleh Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), baru-baru ini.

Menurutnya, masyarakat sejauh ini sudah memahami bahwa imunisasi adalah salah satu upaya untuk memberikan kesehatan terbaik untuk anak. Kendati begitu, seringkali lupa bahwa anak-anak juga membutuhkan orang tua yang sehat.

Upaya tetap sehat dilakukan dengan mencegah penyakit, salah satunya melalui imunisasi untuk menjaga kekebalan tubuh. Selain itu perlu diperhatikan adanya penyakit yang pembawanya (carrier) adalah orang dewasa, dan dapat menularkan kepada anggota keluarga lain termasuk bayi dan anak-anak.

“Karena itu manfaat imunisasi bukan hanya dirasakan oleh yang menerima, tetapi juga keluarga dan lingkungan,” tambahnya.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam dan Vaksinolog Dr. Dirga Sakti Rambe, M.Sc, Sp.PD, mengatakan bahwa WHO secara spesifik menyebutkan, terutama kepada orang dewasa, selama pandemi sebaiknya mendapatkan vaksinasi influenza dan pneumonia atau PCV. Setidaknya ada dua penelitian besar yang menunjukkan bahwa pasien yang terkena Covid-19 tapi sebelumnya pernah vaksinasi influenza, risiko kematiannya lebih rendah dan dampaknya ketika tertular lebih ringan.

Proses produksi vaksin sendiri bertahap dan melalui berbagai proses dan tahapan uji yang sangat ketat untuk menjamin keamanan vaksin tersebut. Bahkan saat sudah mendapat izin edar, keamanan vaksin terus diawasi oleh berbagai lembaga. Di Indonesia ada Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) selaku pengawas. Dalam kasus luar biasa seperti pandemi Covid-19, industri kesehatan mempercepat proses penemuan vaksin, namun dengan tidak meninggalkan prinsip kehati-hatian dan keamanan.

“Membuat vaksin itu cukup sulit, bahkan lebih sulit daripada membuat obat baru, karena konsepnya untuk pencegahan. Vaksin diberikan untuk orang yang sehat, jadi keamanan itu nomor satu,” terang Dirga.

Vaksin sendiri oleh WHO dikategorikan sebagai salah satu dari 10 Greatest Public Health Achievements. Setelah ditemukannya vaksin, terjadi penurunan penyebaran penyakit secara signifikan.

Artinya vaksin efektif menekan penyebaran penyakit tertentu. Salah satu kisah kesuksesan fenomenal penekanan penyakit melalui imunisasi adalah, pencegahan penularan penyakit Smallpox atau cacar. Akibat imunisasi yang masif, penyakit ini musnah sejak 1979. WHO menyebutkan, setidaknya ada 2-3 juta nyawa terselamatkan dari penyakit yang bisa dicegah melalui imunisasi.

Vaksin amat jarang menimbulkan efek samping, data kesehatan menunjukkan, 95 persen efek samping vaksin bersifat ringan atau lokal, dan tidak menimbulkan fatalitas. “Kadang-kadang vaksin juga menyebabkan demam tapi tidak perlu khawatir, karena demam adalah tanda bahwa vaksin tersebut bekerja menstimulasi sistem kekebalan,” ungkap Dirga.

“Vaksin terbukti aman dan efektif, juga sebenarnya merupakan proses lanjutan dari imunisasi di masa anak-anak,” jelas Dirga.

12

Editor :iha
Reporter : jpc/kpc