Visum dilakukan ahli forensik RS Doris Sylvanus dan Unit Identifikasi Polresta Palangka Raya kepada jasad bayi di ruang kamboja RSDS, Senin (19/10). (Foto Ardo/kaltengpo.co)


PALANGKA RAYA, KALTENGPOS.CO -  Temuan mayat bayi berjenis kelamin perempuan yang mengambang di Sungai Kayahan, Kelurahan Pahandut Seberang, Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya, Senin (19/10) kemarin diduga karena dibuang usai dilahirkan.

Berdasarkan hasil visum Tim Forensik di Rumah Sakit Doris Sylvanus dan Unit Identifikasi Polresta Palangka Raya, kematian bayi itu dikarenakan tenggelam dan hanyut.

Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Dwi Tunggal Jaladri melalui Kasatreskrim Polresta Palangka Raya Todoan Agung Gultom menuturkan bahwa pihaknya mengalami kendala pada titik awal hanyutnya  korban. Namun besar dugaan menguat lantaran dibuang oleh orang tuanya sendiri.

"Hasil visum meninggal karena kekurangan oksigen. Habis melahirkan langsung dibuang," kata Kasatreskrim saat ditemui diruanganya, Selasa (20/10).

Todoan menyampaikan, lokasi penemuan bayi dengan panjang badan 56 cm itu, bukanlah titik pertama bayi dibuang. Sebab, korban saat itu ditemukan di pinggiran alang-alang sungai dengan posisi terlentang mengambang.

 

"Masih melakukan pencarian terhadap orang tua. Kita baru memeriksa saksi yang menemukan," ujarnya

Dirinya menambahkan, kalau ada masyarakat yang mendapatkan informasi terkait kelahiran dan warga yang janggal bisa melaporkan ke pihak kepolisian.

Seperti diketahui, bayi yang mengambang itu pertama kali ditemukan oleh warga saat mencari ikan. Kepolisian setempat yang mendapat laporan tersebut langsung mendatangi lokasi dan mengevakuasi jasad bayi tersebut.

Jasad bayi yang ditafsir baru berusia beberapa hari itu, sudah dalam kondisi membusuk dengan tali pusar yang masih menempel. Kematian bayi diperkirakan  4-5 hari, karena ditemukan dengan kondisi kulit yang sudah berwarna coklat.

 

12

Editor :hen
Reporter : ard