Ilustrasi. (foto: net)


MUARA TEWEH, KALTENGPOS.CO - Arifin Suseno duduk di kursi pesakitan PN Muara Teweh.  Terdakwa yang diduga melakukan penambangan emas tanpa izin di wilayah Dusun Pararawen pada Agustus 2020 lalu menghadapi sidang dakwaan, Selasa (20/10).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Angga Wijaya menyampaikan, perkawa ini berawal dari anggota Polres Barito Utara sedang melakukan patroli di DAS Barito menggunakan speedboat. Setelah tiba di Dusun Pararawen, melihat dari kejauhan ada mesin dongfeng dalam keadaan menyala serta selang warna oranye yang terliat terisi air.

Melihat hal tersebut, kemudian anggota polisi itu mendekati mesin dongfeng yang dalam keadaan menyala. Akan tetapi tidak ada orang yang menjaga mesin domfeng tersebut. Kemudian anggota menyusuri selang yang terisi air yang mana arah selang tersebut ternyata mengarah masuk ke dalam hutan.

Kemudian anggota melihat para beberapa orang sedang berkumpul melakukan kegiatan penambangan emas. Setelah melihat hal tersebut anggota langsung mengamankan orang-orang yang sedang melakukan kegiatan penambangan tersebut. Kemudian ditanyakan siapa pemilik alat-alat untuk menambang tersebut, dan terdakwa mengatakan bahwa alat-alat tersebut adalah miliknya.

“Saat anggota polisi menanyakan perizinannya, terdakwa menjawab tidak memilikinya,”ujarnya.

Terdakwa sebagai pemilik alat-alat tambang diamankan dan dibawa ke Mapolres Barito Utara guna proses hukum lebih lanjut. Atas perbuatan terdakwa, diatur dan diancam pidana dalam Pasal 158 Undang- Undang RI Nomor 3 tahun 2020 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.

1

Editor : nto
Reporter : adl/ram/kpc