Anggota DPRD Kalteng H Achmad Rasyid


PALANGKA RAYA, KALTENGPOS.CO - Netralitas aparatur sipil negara (ASN) dalam Pemilihan Umum (Pemilu) dan pemilihan kepala daerah (Pilkada), sudah diatur dalam undang-undang. Namun demikian, masih ada oknum ASN yang tidak netral di Pemilihan Gubenrur (Pilgub) Kalteng.

Itu disampaikan Anggota DPRD Kalteng H Achmad Rasyid. Bahkan, dia memastikan telah mengantongi bukti ketidaknetralan ASN tersebut selama Pilkada Kalteng. 

"Harusnya ASN, TNI, Polri netral dan itu sesuai dengan amanah undang-undang. Tetapi hasil temuan, masih ada ASN yang tidak netral. Tentu ini sangat kita sayangkan," tegas H Achmas Rasyid, Kamis (22/10).

Anggota Fraksi Partai Gerindra Peovinsi Kalteng ini memastikan, bukti ketidaknetralan ASN tersebut sudah ada. Sebagai lembaga yang salah satu tugas dan fungsinya dalam bidang pengawasan, dia memastikan telah mengingatkan.

"Bukti sudah ada. Kita melihat, jika masih tentu akan kita laporkan juga. Kita meminta ASN, TNI, dan Polri dapat menjaga netralitas. Sebab, kita ingin Pilgub Kalteng berjalan dengan aman dan damai serta berkualitas," tukasnya.

Menurutnya, oknum-oknum ASN yang tidak netral ini, mungkin sekarang menduduki posisi yang bagus, sehingga jika pasangan calon (paslon) yang didukungnya kalah bisa dipindah atau tidak mendapat posisi bagus. 

"Ini se Kalteng, bukan di Pemprov Kalteng. Kita hanya mengingatkan. Agar ASN tidak melakukan indisipliner itu, baik secara sembunyi, bahkan vulgar. Menurut peraturannya, tidak boleh ASN tidak netral. Apalagi dengan peraturan yang baru ini, sanksinya bisa di berhentikan kan," pungkasnya.

1

Editor :dar
Reporter : arj/kpc