Riskon Fabiansyah


SAMPIT,KALTENGPOS.CO- Curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari ini di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) membuat sejumlah jalan, gang dan perumahan warga terendam air. Tak hanya itu, beberapa desa di daerah hulu juga mengalami banjir bahkan sebagian warga desa mengungsi.

 

Anggota DPRD Kotim Riskon Fabiansyah meminta pemerintah daerah untuk segera melakukan normalisasi drainase dan anak sungai untuk mencegah banjir kembali melanda. Sebab, menurutnya jika tidak dilakukan normalisasi drainase dan anak sungai dalam kota, maka masalah ini akan mengganggu aktivitas masyarakat dalam rangka menggiatkan ekonomi.

 

"Kami meminta Pemkab Kotim untuk segera melakukan normalisasi drainase di Kota Sampit, karena kekhawatiran kami terbukti saat ini. Akibat curah hujan yang tinggi terbukti Jalan Jenderal Sudirman Km 4 dekat Islamic Center nyaris terputus akibat meluapnya air dari saluran drainase yang sejak Sabtu (17/10),"keluhnya, Rabu (21/10).

 

Menurutnya, akibat luapan air tersebut membuat antrean kendaraan roda empat untuk melintas di lokasi banjir tersebut mengular hingga lebih dari satu kilometer dan ini terjadi beberapa hari. Hal ini merupakan (PR) pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah bagaimana cara pengulangannya agar banjir di daerah tersebut tidak terjadi lagi.

 

"Masalah yang hampir sama menimpa di fasiltas RSUD dr Murdjani Sampit. Sejumlah ruangan seperti ruang operasi dan rontgen lumpuh akibat genangan air, dan ini bukan pertama kali terjadi, tetapi hampir setiap hujan deras areal tersebut tergenang air yang akhirnya menghambat pelayanan kesehatan kepada masyarakat," ucap Riskon.

 

Politisi muda Partai Golkar ini juga mengatakan idealnya sebelum gedung baru RSUD dr Murdjani dioperasionalkan.  Masalah banjir di rumah sakit tersebut bisa terselesaikan terlebih dahulu, walaupun pelayanannya nanti sudah berpindah ke gedung baru.  Tetapi gedung yang lama, bisa dimanfaatkan untuk kegiatan pelayanan lain.  Sehingga tidak terbengkalai karena dana yang dipakai untuk membangun fasilitas tersebut berasal dari rakyat sehingga jangan sampai mubazir.

 

Riskon juga meminta Bupati Kotim mengeluarkan kebijakan dan mengajak camat, lurah, ketua RT dan RW menggalakkan kembali program gotong-royong untuk membersihkan saluran drainase di lingkungan masing-masing. hal itu, agar apabila hujan deras tidak terjadi banjir lagi.

 

"Dampak banjir bisa kita minimalisir dengan mengalakkan lagi program gontong royong untuk membersihlan saluran drainase setiap minggu, karena banyak kita melihat saluran drainase yang ada, kurang terawat. Untuk itu perlu didukung seluruh elemen masyarakat Kabupaten Kotim agar daerah ini bebas dari bahaya banjir," tutupnya.

12

Editor :hen
Reporter : bah