Calon Gubernur Kalteng No 2 H Sugianto Sabran bersama tim pemenangan dan relawan serta tokoh partai politik saat berbincang dengan masyarakat di Pasar Tradisional Al Kamal, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kamis (22/10) (TIM SUGIANTO-EDY)


PALANGKA RAYA, KALTENGPOS.CO-Kemajuan pembangunan suatu daerah dapat diukur dari pembangunan di desa-desa. Karena itu pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur, H Sugianto Sabran dan H Edy Pratowo, bertekad melanjutkan pembangunan yang merata dan menyentuh hingga wilayah pelosok, yakni di desa-desa yang tersebar pada 14 kabupaten/kota se-Kalteng.

"Kami akan fokus melaksanakan pembangunan secara merata di setiap kecamatan, sehingga dapat mewujudkan Kalteng yang lebih BERKAH," ucap Sugianto Sabran.

Menurutnya, anggaran desa yang dikucurkan pemerintah harus difokuskan pada pembangunan yang menguntungkan masyarakat.

"Kami sudah melakukan pemerataan pembangunan. Kuncinya masyarakat dan pemerintah desa harus mempunyai semangat yang tinggi supaya masing-masing desa bersaing dalam pembangunan," pintanya.

Seluruh kepala desa dan perangkatnya diminta untuk bekerja dengan tanggung jawab, memanfaatkan dana desa dengan sebaik-baiknya untuk pembangunan dan kemajuan desa.

"Kami akan terus melakukan komunikasi dan koordinasi. Sebab mereka adalah mitra yang tidak boleh diabaikan dalam rangka transparansi anggaran, supaya terhindar dari permasalahan hukum," tegasnya.

Ditambahkan politikus PDIP tersebut, kendari masih dibahas TAPD Provinsi Kalteng, ia menargetkan dana desa di Kalteng mencapai Rp150-200 juta. Apabila dana itu dimanfaatkan untuk operasional desa, maka akan ada dana sisa yang bisa dimanfaatkan untuk membangun sarana pendidikan dan lainnya demi memperkuat program pemerintah pusat.

Selain itu, ia bersama H Edy Pratowo juga akan terus membangun sumber daya manusia (SDM) melalui pendampingan desa pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa (P3MD).

 "Harapan kami paling lambat  tahun 2024 seluruh desa  di Kalteng sudah menjadi desa mandiri dan desa maju," yakinnya.

Oleh karena itu dirinya berharap pendamping desa bersama-sama bekerja dengan tulus ikhlas sehingga akan mendapatkan hasil yang baik untuk kemajuan desa.

"Tidak ada lagi desa terbelakang jika pembangunan infrastruktur, sarana pendidikan, sarana kesehatan, dan lainnya serius digenjot," tuturnya.

Untuk mewujudkan desa mandiri, lanjut Sugianto, ada beberapa poin penting yang mesti jadi perhatian serius. Antara lain terpenuhi sarana prasarana kesehatan dan tenaga medis. Pada bidang pendidikan, tersedianya infrastruktur pendidikan yang mudah diakses, mulai dari SD, SLTP, hingga SLTA, serta tersedianya tenaga pendidik sesuai kualifikasinya. Pada bidang ekonomi harus tersedia pasar desa dan akses jalan dari dan menuju desa yang fungsional. Selain itu, juga harus tersedia jaringan telekomunikasi.

12

Editor :dar
Reporter : nue/ala/kpc