Kepala Disdagperin Provinsi Kalteng Aster Bonawaty meninjau pelatihan keterampilan menjahit bagi pelaku IKM di Palangka Raya baru-baru ini. (Foto: Ist)


PALANGKA RAYA, KALTENGPOS.CO - Pemerintah Provinsi Kalteng melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) terus meningkatkan daya saing industri kecil dan menengah (IKM) di Kalteng. Berbagai program sudah disiapkan untuk mewujudkan hal tersebut.

"Kami terus memacu pembinaan sekaligus pemenuhan kebutuhan IKM di 14 kabupaten/ kota se-Kalteng," kata Kepala Disdagperin Provinsi Kalteng Aster Bonawaty kepada Kalteng Pos, Kamis (22/10).

Menurut Aster, pihaknya melakukan pembinaan seperti pembinaan, pelatihan, dan pendampingan berkelanjutan, pemberian bantuan serta hibah sesuai kebutuhan IKM. Sehingga mereka dapat meninglatkan produksi yang berdaya saing tinggi.

"Kami memberikan bantuan seperti sertifikasi produk seperti sertifikat halal, TDI, HKI, IUI dan lainnya kepada para pelaku IKM di Kalteng untuk memudahkan mereka," tambah Aster lagi.

Bukan hanya itu saja. Ada juga bantuan peralatan air minum isi ulang, mesin jahit, mesin penggiling daging, mesin kemasan sachet minuman, mesin peracik obat tradisional, mesin las listrik dan juga bantuan lainnya yang diperhatikan selama ini.

Selain itu, peningkatan kualitas sumber daya IKM juga menjadi penting untuk diperhatikan seperti pengolahan pangan, barang dari kayu dan furniture serta sejumlah pelatihan lainnya yang telah digelar.

"Tentu pelatihan dilakukan sesuai dengan keburuhan pelaku IKM guna meningkatkan kualitas dan daya saing yang ada," jelasnya.

Bahkan pemerintah juga menyediakan sarana promosi bagi produk IKM di Kalteng, membantu memasarkan produk IKM secara daring maupun secara langsung pada Galeri Dekranasda atau Central Borneo Souvenir yang ada di Palangka Raya.

"Sehingga semua masyarakat yabg membutuhkan souvenir dan lainnya bisa didapatkan pada toko-toko yang ada. Termasuk di Dekranasda Jalan Imam Bonjol Kota Palangka Raya setiap jam kerja," ajaknya.

12

Editor : nto
Reporter : nue/uni