Ilustrasi COVID-19. Foto: diambil dari covid19goid


JAKARTA, KALTENGPOS.CO - Berbagai gejala dirasakan pasien covid-19. Ada yang hanya mengidap satu gejala tapi tidak menutup kemungkinan yang lainnya bisa mengalami beberapa gejala sekaligus. Masing-masing individu memiliki respons yang berbeda terhadap infeksi Covid-19.

Analisis yang dilakukan oleh tim epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) dan Bappenas mengenai Pemodelan Epidemi Covid-19 menemukan sederet gejala yang kerap dialami oleh pasien Covid-19 di DKI Jakarta yang diharapkan bisa menjadi acuan untuk kondisi di Indonesia.

"Covid-19 itu bukan flu, bukan ISPA (infeksi saluran pernapasan akut), jadi gejalanya sangat bervariasi bahkan sebagian besar tidak bergejala," kata ahli epidemiologi FKM UI Pandu Riono dalam webinar Bappenas di kanal YouTube.   Dalam pemaparan tersebut diperlihatkan juga pasien Covid-19 yang meninggal kebanyakan mengalami sesak napas atau sekitar 22,1 persen dari jumlah pasien yang mengeluhkan gejala tersebut.

"Paling tinggi pneumonia dan sesak yang mendorong orang harus dirawat di rumah sakit dan masuk ICU untuk mendapat bantuan napas dengan ventilator," ungkap Pandu.

Mengetahui gejala yang dialami saat terinfeksi Covid-19 sangat membantu untuk menurunkan angka kematian. Terlebih kasus bergejala lebih berisiko untuk kematian daripada tidak bergejala. 


Berikut gejala yang kerap dirasakan pasien Covid-19 di DKI Jakarta:

1. Batuk: 3.512 kasus

2. Demam: 2.680 kasus

3. Malaise: 2.036 kasus

4. Pneumonia: 1.765 kasus

5. Sesak napas: 1.657 kasus

6. Sakit kepala: 1.483 kasus

7. Flu: 1.412 kasus

8. Mual-muntah: 1.356 kasus

9. Sakit tenggorokan: 1.314 kasus

10. Nyeri otot: 1.007 kasus

11. Sakit perut: 631 kasus

12. Menggigil: 615 kasus

13. Diare: 480 kasus

123

Editor :dar
Reporter : ngopibareng/jpnn