Koleksi Bateeq dengan tema Kasada yang mengangkat budaya suku Tengger. (JFW.TV)


Rindu traveling atau wisata keliling Indonesia memang sedikit terbatas karena adanya pandemi Covid-19. Namun label Bateeq mengajak pencinta fashion untuk jalan-jalan mengenal budaya suku Tengger, Jawa Timur, lewat koleksinya di Jakarta Fashion Week 2021.

Pada Kamis (26/11), Bateeq mempersembahkan 12 tampilan siap pakai dari koleksi berjudul ‘Kasada’ untuk koleksi musim gugur/musim dingin 2020 dalam kolaborasi Fashionlink x BLCKVNUE. Inspirasi datang dari Upacara Yadnya Kasada (atau Kesodo) yang dilakukan oleh suku Tengger orang jawa timur. Ritual tahunan tersebut berlangsung di lereng Gunung Bromo, tempat sesaji dibuat untuk bersyukur kepada para dewa.

Pertunjukan tersebut menyoroti Ambawani yakni motif asli yang terinspirasi dari batik tambal, dan kombinasi batik tradisional kawung, parang, dan truntum. Dalam Bahasa Indonesia, ‘tambal’ berarti ‘tambalan’ mewakili menyusun atau memperbaiki hal-hal yang rusak.

 “Idenya adalah bahwa dalam perjalanan hidup seseorang, manusia harus selalu melihat dirinya yang lebih baik, lahir dan batin. Dulu, orang yang sakit akan menutupi dirinya dengan kain batik tambal, seperti yang diyakini sifat penyembuhan,” kata Bateeq dalam pernyataan tertulisnya.

Musim ini Bateeq menampilkan palet warna gelap keseluruhan. Berpusat di sekitar satu nada tebal yakni nada hitam, biru, abu-abu, zaitun, putih pudar, dan kuning menandakan musim gugur yang cerah.

Hebatnya lagi Bateeq menggunakan konsep sustainable fashion atau berkelanjutan melalui penggunaan bahan ramah lingkungan. Salah satunya serat semi-sintetik biodegradable Bemberg dan Tencel.

“Kami terus mengambil kapas dari Better Cotton Initiative (BCI), grup tata kelola nirlaba yang mempromosikan kapas berkelanjutan,” ungkap Bateeq.

Tenun Lurik, kain tradisional bergaris-garis yang berasal dari Jawa juga dikembangkan menggunakan limbah kapas daur ulang dari pabrik produksi kami. Untuk musim ketiga berturut-turut, Bateeq bekerja sama dengan komunitas skala kecil bisnis, sebagai bagian dari upaya yang lebih besar untuk melestarikan warisan dan mempraktikkan etika merek nilai-nilai.

“Kami bekerja sama dengan home industri di Klaten yang mempekerjakan lansia untuk menenun. Tenun lurik menggunakan alat tenun bukan mesin,” ungkap Bateeq.

Koleksi Bateeq terdiri dari cross sling bag, headpieces, dan scarf. Kasada dibangun di atas gaya pakaian dari budaya Tengger, dengan sentuhan dan sentuhan pakaian sehari-hari.

12

Editor :iha
Reporter : jpc/kpc