Kalapas Klas IIA Narkoba Kasongan Ahmad (kiri), Dirresnarkoba Kombes Pol Bonny Djianto (tengah) dan Kabidhumas Kombes Pol Hendra Rochmawan saat konferensi pers yang digelar oleh Polda Kalteng, Minggu (29/11) malam. (Foto: Ardo/prokalteng.co)


PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO - Polda Kalimantan Tengah dan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Lapas Klas IIA Kasongan, Katingan, mengklarifikasi video yang beredar luas tentang penolakan petugas kepolisian oleh sipir jaga lapas.

Dalam konferensi pers bersama, Minggu (29/11) malam yang dihadiri Kepala Lembaga Pemasyarakatan atau Kalapas Kelas II A Narkotika Kasongan, Ahmad Hardi, Direktur Resnarkoba Polda Kalteng Kombes Pol Bonny Djianto dan Kabidhumas Polda Kalteng Kombes Hendra Rochmawan, kedua belah pihak akhirnya buka suara terkait kejadian tersebut.

Kabidhumas Hendra Rochmawan pada kesempatan itu membenarkan bahwa video yang beredar luas di masyarakat adalah terjadi ketika sejumlah personel Ditresnarkoba Polda Kalteng mendatangi Lapas Narkoba Kasongan pada Sabtu (28/11).

Kedatangannya untuk melakukan pengembangan atas ditangkapnya dua tersangka pengedar narkoba di Palangka Raya, yakni Mulyadi (34) yang diamankan di Jalan Badak XIII dan Ramli (39) yang diamankan di Jalan Manjuhan. Keduanya ditangkap pada Jumat (27/11).

Saat diperiksa, kedua tersangka tersebut mengaku dikendalikan oleh pelaku yang berada di dalam Lapas Narkotika Kelas IIA Kasongan, Kabupaten Katingan.

Menurut Hendra, sebelumnya petugas telah berkoordinasi dengan Kepala Lapas untuk bisa menangkap dan menggeledah tersangka dalam Lapas. Izin pun telah diberikan dan anggota akhirnya berangkat melaksanakan tugasnya.

Namun saat tiba di Lapas, mereka tidak diperkenankan masuk dan tidak dibukakan pintu oleh petugas jaga. Akibatnya, anggota Polda Kalteng sempat geram dan mendokumentasikan peristiwa tersebut hingga akhirnya video beredar luas.

"Di sini terdapat miss komunikasi dengan petugas jaga Lapas. Kebetulan petugas yang jaga masih baru, sehingga koordinasi sempat lama. Petugas jaga tanpa ada tindak lanjut mempersilakan masuk atau komunikasi dengan anggota kepolisian," kata Hendra saat konferensi pers di Mapolda Kalteng.

Hendra menyebutkan, dalam kejadian itu tidak ada upaya paksa mendobrak dan mengancam yang dilakukan polisi.

Dan pihak Lapas tidak ada bermaksud menghalang-halangi. Bahkan kemudian, tidak ada pencegahan anggota kepolisian yang bertugas.

"Miss tadi hanya sesaat. Karena aturan juga harus dilaksanakan oleh penjaga. Sementara yang satunya (kepolisian) harus cepat dalam melaksanakan tugasnya," ujarnya.

Sementara itu, Dirresnarkoba Polda Kalteng Kombes Pol Bonny Djianto menuturkan setelah sempat ada miss komunikasi antara kedua belah pihak, dilakukan koordinasi. Sehingga sekitar lima menit kemudian, anggotanya pun bisa masuk melaksanakan tugas dan membawa hasilnya ke kantor.

"Warga binaan telah melalui proses penyidikan dan sedang kita lakukan pendalaman," kata Bonny.

Menurutnya, komunikasi antara pihaknya dengan Lapas tetap baik. Dan kesalahan memang diakuinya masing-masing. Pimpinan juga telah menegur anggotanya yang telah melakukan miss.

"Tidak hanya di Katingan, komunikasi tetap baik di semua daerah terutama di Kobar, Kotim dan Palangka Raya," pungkasnya.

12

Editor : nto
Reporter : ard