Ilustrasi jerawat di telinga. (Foto: Medical News Today)


PROKALTENG.CO - Tak sedikit orang merasakan jerawat muncul di daun telinga. Jika dipegang biasanya akan lebih sakit hingga keluar ruam merah. Rupanya kondisi tak bisa disepelekkan, sebab ada pertanda munculnya penyakit serius.

Dilansir dari The Sun, seorang guru PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini), Emily Foreman (21) tak pernah menyangka bahwa sebuah jerawat bisa menjadi tanda dari kanker langka yang tidak dapat disembuhkan.

Wanita asal Selandia Baru itu menyadari ada sebuah jerawat di belakang telinga kanannya pada awal tahun 2018. Emily mengaku tidak mengkhawatirkannya. Namun, lama-kelamaan benjolan yang dikiranya jerawat itu bertambah besar dua kali lipat. "Benjolan itu bertambah dua kali lipat dan telingaku mulai mati rasa sehingga aku memutuskan untuk pergi ke dokter umum setempat," ujarnya dikutip dari The Sun.

Ia pun harus menjalani pemindaian dan biopsi, ternyata benjolan itu merupakan large cell undifferentiated carcinomas atau karsinoma sel besar, yaitu kanker paru-paru ganas yang tidak menunjukkan diferensiasi skuamosa, kelenjar, atau sel kecil (neuroendokrin) pada bagian jaringan yang diserang kanker.

Emily harus menjalani operasi besar selama enam jam untuk mengangkat karsinomanya itu. Sayangnya, prosedur itu membuat wajah kanannya lumpuh. Ia pun harus melakukan beberapa pengobatan dan terapi.

Dr. Susan Bard, MD, seorang dokter kulit bersertifikat di Manhattan Dermatology Specialists, mengatakan jerawat terjadi karena pori-pori tersumbat, kulit di telinga yang berminyak, atau jika jerawat muncul di belakang telinga bisa juga dikarenakan ketombe.

“Jika jerawat itu benar-benar menyakitkan dan ada titik putih di tengahnya, Anda dapat menggunakan dua cotton buds untuk memecahkannya. Pastikan prosesnya bersih dan hanya targetkan area yang benar-benar dapat Anda lihat. Jangan sentuh apa pun yang jauh di dalam telinga,” terangnya.

Dokter kulit ini tidak menganjurkan memecahkan jerawat menggunakan tangan, apalagi kuku Anda. Selain jari-jari cenderung membuat orang menekan lebih keras, kuku juga dapat menyebabkan lebih banyak trauma pada telinga dan bisa meninggalkan bakteri ke kulit jika tangan belum dicuci dengan benar.

1

Editor : nto
Reporter : genpi/kpc