Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Katingan dr Robertus Pamuryanto


KASONGAN, PROKALTENG.CO - Pemkab Katingan, kini sudah menerima sebanyak 640 vaksin Sinovac. Vaksin yang dibawa dengan kotak dus itu, sudah tiba di Kabupaten Katingan pada hari Sabtu (9/1) lalu. Rencananya semula vaksin ini akan digunakan secara simbolis oleh Pemkab pada 15 Januari 2021.

Namun rencana Vaksinasi Covid 19 di Kabupaten Katingan ini ditunda hingga Februari 2021. "Ini sesuai petunjuk, perubahan jadwal yang diberikan Kementerian Kesehatan RI melalui surat pada 8 Januari 2021. Kalau kita hanya mengikuti saja," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Katingan dr Robertus Pamuryanto di Rujab Bupati Katingan, Selasa (12/1).

Dijelaskan Robertus, dalam jadwal baru ini memang tidak diketahui tanggal berapa pelaksanaannya. Yang pasti kata dia, dilaksanakan pada Februari 2021 mendatang untuk jadwal Kabupaten Katingan. "Jadwal kita ini tidak sama dengan daerah lain," jelasnya.

Sebetulnya untuk pelaksanaan vaksinasi yang rencana sebelumnya pada 15 Januari, ujarnya, mereka sudah siap melaksanakan itu. Dimana untuk secara simbolis ini yang lebih dulu adalah pejabat tinggi Pemkab Seperti Wakil Bupati, Sekda, Ketua DPRD, tokoh agama, Forkopimda, dengan jumlah kurang lebih sebanyak 13 orang.

"Sedangkan Bupati, tidak bisa karena tidak memenuhi syarat usia. Beliau sudah 60 tahun lebih. Vaksin ini untuk usia 18-59 tahun. Dari 13 orang inipun, nanti akan kita periksa dulu dari sisi kesehatannya. Jika memenuhi syarat baru kita lakukan vaksinasi," ujarnya.

Setelah itu lanjut Robertus, tahapan berikutnya seluruh tenaga kesehatan, termasuk non tenaga kesehatan yang bekerja baik di Rumah Sakit, maupun Puskesmas. Jika total untuk tenaga kesehatan ini ungkapnya, sebanyak 799 orang. Sedangkan jika termasuk non tenaga kesehatan yang bekerja di Rumah Sakit maupun Puskesmas, totalnya menjadi 1028 orang.

"Jadi ini menjadi target utama kita. Mereka ini divaksin, dikalikan dua dosis. Tidak cuma satu kali saja. Dengan jangka waktu dua Minggu atau 14 hari. Jadi vaksin yang kita butuhkan lebih banyak nantinya. Sementara yang ada inikan, tidak cukup. Makanya Katingan ini ditunda, karena juga menunggu dropping vaksin lagi. Sekarang inikan cuma 640 saja. Masih kurang," terangnya.

Setelah tenaga kesehatan selesai divaksin, tahapan selanjutnya akan dilakukan ke orang-orang yang memang sering melakukan kontak publik. Seperti misalnya  pegawai di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, tempat pelayanan perizinan dan lainnya. "Termasuk juga dari rekan-rekan wartawan sendiri, juga divaksin nantinya. Vaksin ini wajib dilakukan, kecuali bagi yang sudah tidak memenuhi syarat," tandasnya.

1

Editor : nto
Reporter : eri