Nenie A Lambung


PALANGKA RAYA,PROKALTENG.CO-Pandemi Covid-19 mengubah cara berbelanja masyarakat. Dalam situasi ini, pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) dituntut untuk adaptif mengikuti perubahan yang terjadi. Apalagi, pemanfaatan platform belanja online (E-commerce) membantu para UMKM lokal untuk meningkatkan visibilitas produk mereka di pasar yang lebih luas.

"Industri E-commerce masih sangat baru bagi kita, tapi bila dibilang di tengah pandemi seperti saat ini, cara terbaik guna tetap bisa menjalankan roda perekonomian dan menjaga protokol kesehatan maka pemanfaatan E-commerce dan marketplace diyakini akan efektif," ucap Ketua Komisi B DPRD Kota Palangka Raya, Nenie A Lambung, kemarin (5/4).

Terlebih, dalam waktu dekat akan memasuki masa bulan Ramadan 1442 Hijriyah, di mana masyarakat akan banyak melakukan transaksi jual beli makanan atau kuliner untuk berbuka puasa bersama keluarga. Menurut Nenie hal tersebut bisa menjadi momen bagi pelaku usaha mulai memanfaatkan E-commerce. Hal itu, sebutnya, didasari oleh protokol new normal yang telah menciptakan batasan-batasan baru antara penjual dan pembeli.

"Peningkatan kasus konfirmasi positif Covid-19 di Kota Palangka Raya masih cukup tinggi. Batasan yang ditetapkan pemerintah sejauh ini dinilai efektif guna menekan kasus. Namun juga perlu dukungan dari masyarakat agar bisa semakin efektif,” jelasnya.

Sambungnya, dengan menerapkan protokol kesehatan 3 M, maka pandemi ini bisa diputus sebarannya. Bisa dimulai dengan mengurangi tatap muka saat berjualan dan menggantinya dengan sistem online. Lebih lanjut, politikus PDIP ini menekankan bahwa dengan adanya kondisi pandemi, belanja online bukan lagi menjadi hal yang aneh. Sebab akan banyak memberikan kemudahan dan keuntungan yang akan didapatkan penjual.

"Ini memang perlu adaptasi dari pelaku UMKM. Kami mendorong agar mereka semangat belajar dan adaptasi dengan hal baru bahwa di pandemi ini penjualan bisa tetap naik dengan jualan secara online. Bahkan, dalam kondisi saat ini, penjualan beras, sayur mayur, buah-buahan, daging dan ikan melalui online sudah lazim, sangat dimungkinkan," tuturnya.

Di sisi lain, Nenie menambahkan, pemerintah daerah pun harus terus mendorong agar UMKM bisa melebarkan sayapnya melalui ranah digital. Dari sekian banyak pelaku UMKM lokal, bisa dibantu untuk memanfaatkan E-commerce. Bahkan bisa memberikan pelatihan bagaimana menggunakan sistem berjualan online baik melalui platform khusus maupun berjualan melalui marketplace digital pada media sosial.

"UMKM offline sudah selayaknya dibantu untuk di-online-kan. Jadi, digital ini tidak hanya memberikan layanan kepada pengguna, tapi juga membantu sektor lain yang terdampak. Ini sifatnya kegotongroyongan. Kami optimistis bahwa pandemi dapat dilewati dengan kepedulian. Masyarakat harus saling menjaga agar sesamanya tidak terpapar dan juga saling membantu agar ekonomi tidak terkapar," pungkasnya.

1

Editor : hen
Reporter : ena/uni