H. Halikinnor


SAMPIT, PROKALTENG.CO – Sebagian besar sembako di Kotim didatangkan dari luar pulau, salah satunya adalah pulau Jawa. Sehingga jika gelombang tinggi maka kapal tidak berani menyeberang ke Kotim. Selain itu, dangkalnya Sungai Mentaya membuat kapal besar yang berkapasitas 5 ribu ton tidak dapat masuk ke Kotim.

“Biasanya kalau gelombang besar maka harga sembako akan naik. Kemudian kedalaman Sungai Mentaya tidak terlalu tinggi atau dangkal,” ungkapnya, Selasa (6/4).

Sehingga dirinya pun berencana akan membuat tol laut Mentaya untuk mengatasi masalah itu. Menurutnya dengan adanya tol laut, maka kapal besar yang memuat bahan sembako berkapasitas banyak dapat masuk ke Kotim. Dengan begitu akan membuat harga sembako di Kotim lebih stabil.

 “Sehingga Costnya jadi tinggi, karena kapal besar yang bermuatan banyak tidak bisa masuk, yang masuk hanya kapal yang kecil-kecil,” jelas Halikinnor.

 “Artinya apabila kapal bermuatan besar itu dapat masuk otomatis banyak yang dibawa dan stok banyak maka harga sembako akan turun,” tambahnya. Rencana tol laut inipun akan disampaikan kepada Menteri Perhubungan melalui video conference besok (hari ini).

Di sisi lain, para pedagang pasar tradisional juga siap bekerja sama dengan Pemerintah baik di pusat maupun daerah guna menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok ini.

 “Saya harap rencana kita ini disetujui dan alur Mentaya ini bisa dilewati kapal bermuatan 20 ribu ton lebih. Sehingga kalau itu bisa masuk maka itu otomatis biaya baik industri barang atau sembako bisa terjangkau,” tutup Halikinnor.

1

Editor : dar
Reporter : nis/ans