Kepala Disperkimtan Provinsi Kalteng Leonard S Ampung


PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO - Sejak 2017 lalu, tercatat ratusan unit rumah masyarakat di perkotaaan maupun perdesaan di Kalimantan Tengah, berhasil direnovasi menjadi rumah layak huni.  

Hal itu tak lepas dari perhatian Gubernur Sugianto Sabran terhadap masyarakat Kalteng yang tersebar di 14 kabupaten/kota, terutama yang berpenghasilan rendah. Melalui Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kalteng secara bertahap merenovasi rumah warga yang dikategorikan belum layak huni, diubah menjadi tempat yang layak dihuni.

Kepala Disperkimtan Provinsi Kalteng Leonard S Ampung mengatakan, program bedah rumah terus mengalami peningkatan tiap tahun. Dalam kurun waktu empat tahun sejak 2017 hingga 2020, program bedah rumah telah meningkatkan kualitas 13.500 unit rumah di Kalteng menjadi layak huni.

Program bedah rumah ini dilaksanakan di 14 kabupaten/kota. Penerima bantuan berdasarkan by name by address yang ditetapkan oleh Surat Keputusan Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

Ia merincikan, pada 2017 program ini menyasar 2.000 unit rumah dengan total anggaran sebesar Rp29.612.500.000. Kemudian pada 2018, sasaran program ini bertambah jadi 3.500 unit dengan total anggaran sebesar Rp52,5 miliar.

Selanjutnya pada 2019, program bedah rumah ini diperuntukkan bagi 4.000 unit rumah dengan total anggaran sebesar Rp70 miliar. Lalu pada 2020, program ini menargetkan 4.000 unit rumah dengan total anggaran sebesar Rp70 miliar. Total bedah rumah sebanyak 13.500 unit. Perbaikan yang dilakukan pada wilayah perkotaan sebanyak 945 unit, sedangkan di wilayah perdesaan sebanyak 12.555 unit.

“Hal ini merupakan bukti nyata bahwa pemerintah hadir dalam penyediaan hunian yang layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Kami harapkan melalui program ini dapat meningkatkan kualitas hidup para penerima bantuan karena telah memiliki rumah yang lebih layak, sehat, dan nyaman,” tuturnya kepada wartawan, kemarin.

Untuk lebih meningkatkan kualitas program bedah rumah, pemerintah telah menaikkan anggaran bedah rumah untuk dua kategori, yakni Peningkatan Kualitas Rumah Swadaya (PKRS) dan Pembangunan Rumah Baru Swadaya (PRBS).

“PKRS dibagi dua kategori yakni di provinsi sebelumnya Rp15 juta menjadi Rp17,5 juta (terdiri dari komponen bahan bangunan Rp15 juta dan upah kerja Rp2,5 juta). PRBS dari semula Rp30 juta menjadi Rp35 juta (terdiri dari komponen bahan bangunan Rp30 juta dan upah kerja Rp5 juta),” tambahnya.

Dalam program ini pemerintah memang tidak memberikan bantuan dalam bentuk uang tunai, tapi berupa bahan bangunan. Pelaksanaannya langsung ditangani oleh masyarakat dengan membentuk kelompok untuk memperbaiki atau membangun rumah secara gotong-royong.

Ada sejumlah syarat untuk menjadi penerima program ini. Di antaranya, merupakan warga negara Indonesia yang sudah berkeluarga, memiliki atau menguasai tanah dengan hak yang sah, belum memiliki rumah atau memiliki dan menempati satu-satunya rumah tidak layak huni, belum pernah memperoleh dana bedah rumah atau bantuan pemerintah untuk program perumahan lainnya, penghasilan kurang atau sama dengan upah minimal provinsi, dan bersedia berswadaya membentuk kelompok dengan pernyataan tanggung renteng.

“Pemberian bedah rumah berdasarkan kriteria yang diusulkan oleh bupati dan wali kota masing-masing serta dilengkapi data jumlah rumah dan RTLH. Jumlah data yang diusulkan minimal 20 unit per desa atau kelurahan dan legalitas tanah calon penerima bantuan tidak dalam sengketa serta sesuai Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW),” beber Leonard.

Selain untuk masyarakat berpenghasilan rendah, pada 2018 lalu Pemprov Kalteng melalui Disperkimtan melaksanakan bedah rumah berupa rehabilitasi rumah para veteran dan janda pejuang. Program ini merupakan bantuan hibah perbaikan rumah dari pemprov dalam rangka penghargaan kepada para veteran dan pejuang atas jasa-jasa para veteran dan janda pejuang.

Bantuan perbaikan rumah bagi veteran dan janda pejuang menyasar 70 unit rumah, dengan rincian rumah veteran sebanyak 56 unit dan rumah janda pejuang sebanyak 14 unit.

Dana bantuan yang dihibahkan per orang sebesar Rp23.800.000. Total dana bantuan yang dihibahkan sebesar Rp1.669.500.000.

Ditambahkan Leonard bahwa rumah sehat dengan lingkungan yang sehat merupakan hal yang sangat penting untuk menunjang kehidupan masyarakat Kalteng. “Masyarakat perlu diajarkan bagaimana membangun rumah sehat itu. Karena itulah kami (disperkimtan, red) sering menggelar penyuluhan,” katanya.

Tujuannya adalah untuk menumbuhkembangkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menempati  rumah yang sehat di lingkungan yang sehat pula. “Lingkungan yang bersih akan dapat mencegah penularan penyakit sekaligus meningkatkan taraf kesehatan masyarakat,” imbuhnya.

123

Editor : nto
Reporter : nue/ala