Tenaga Kesehatan saat memberikan Vaksin Sinovac kepada petugas publik di wilayah Kabupaten Kapuas, belum lama ini. (Foto Ist)


KUALA KAPUAS,PROKALTENG.CO– Meski Vaksinasi di Kabupaten Kapuas untuk tiga kelompok, yakni SDM Kesehatan, Petugas Publik dan Lansia masih berjalan, Pemerintah Kabupaten Kapuas melalui Dinas Kesehatan menegaskan jumlah tersebut masih belum mencapai target atau jauh dari target sasaran.

Kepala Dinas Kesehatan Apendi, SKM melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dr. Tri Setya Utami menjelaskan, terkait update rekap Laporan Harian Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Kapuas per 5 April 2021 yaitu total jumlah keseluruhan dari tiga kelompok untuk vaksin dosis pertama masih mencapai 10,79 persen dan vaksin dosis kedua masih mencapai 9,04 persen.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan, kurangnya capaian target vaksinasi tersebut dikarenakan logistik vaksin yang diberikan ke Kabupaten Kapuas sedikit. Kemudian, untuk kategori masyarakat umum masih belum ditentukan jadwal kapan masyarakat umum akan divaksin karena masih fokus untuk pelayanan publik dan lansia. Saat ini arahan dari Kementerian Kesehatan yang paling di prioritaskan adalah lansia.

“Untuk solusinya yang belum mendapat giliran agar bersabar karena ada kelompok-kelompok yang lebih diprioritaskan dan yang paling utama adalah tetap ketat dengan protokol kesehatan,” tegasnya.

Kemudian, untuk yang sudah divaksin pun, lanjutnya, harus tetap disiplin dengan protokol kesehatan, jangan kendor. Karena vaksinasi hanya salah satu upaya saja, tetapi tidak bisa lepas dari upaya lainnya untuk pencegahan.

Selain itu, dr Tri menekankan untuk langkah ke depannya agar memenuhi target yang sudah ditentukan yaitu semuanya tergantung dari vaksin yang diberikan, apabila vaksinnya banyak maka pihaknya bisa banyak memberikan vaksinasi kesasaran. Ia berharap sekaligus mengimbau, upaya pencegahan protokol kesehatan tidak bisa ditawar-tawar, baik bagi yang belum maupun sudah divaksin.

Kemudian jangan ragu dengan vaksin apabila siap divaksin saat vaksinnya siap atau mencukupi. “Jangan dengarkan berita-berita hoax, ikuti dari sumber terpercaya dan vaksinasi tidak membatalkan puasa karena sudah ada fatwa dari Majelis Ulama Indonesia (MUI),” pungkasnya.

1

Editor : hen
Reporter : hmskmf/ans