Bek PSS Sleman Mario Maslac dilanggar pemain belakang Persebaya Surabaya Frank Sokoy dalam laga terakhir penyisihan Grup C Piala Menpora 2021 di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, kemarin (7/4). (Angger Bondan/Jawa Pos)


AMBISI Persebaya Surabaya untuk lolos sebagai juara grup C kandas. Kekalahan 0-1 oleh PSS Sleman di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, tadi malam membuat tim berjuluk Green Force itu harus rela menjadi runner-up.

Poin Persebaya dengan PSS sama, yakni tujuh. Tapi, Super Elang Jawa –jululan PSS– unggul secara head-to-head. Gol semata wayang Irfan Bachdim melalui titik putih pada menit ke-47 memastikan kemenangan PSS. Bagi Persebaya, ini adalah kekalahan perdana di Piala Menpora 2021.

Gagal finis sebagai juara grup tidak membuat pelatih Persebaya Aji Santoso kecewa. Sebab, dia memang lebih mementingkan timnya lolos ke babak perempat final.

’’Saya kan sudah bilang, kami nggak pernah milih-milih lawan. Mau lawan Persib Bandung maupun Bali United sama saja. Yang penting kami sudah pasti lolos (ke perempat final),’’ terang pelatih 51 tahun itu.

Bagi Aji, laga kontra PSS malah membuatnya tahu bagaimana kemampuan anak asuhnya. Maklum, dalam laga tadi malam, Aji melakukan banyak rotasi. Pemain yang belum pernah tampil dipasang sebagai starter.

Sebut saja Marselino Ferdinan, Ernando Ari, dan Dicky Kurniawan. Frank Sokoy dan Reva Adi Utama juga diberi kesempatan.

Nah, ternyata penampilan para pemain itu membuat Aji cukup terkesan. ’’Penampilan mereka menggembirakan saya. Para pemain muda seperti Marsel dan Dicky sama sekali tidak nervous meski baru pertama main. Sayang, kami kalah karena penalti,’’ kata pelatih asal Kepanjen, Kabupaten Malang, tersebut.

Marsel cukup senang dengan debutnya. ’’Kami sudah menampilkan yang terbaik. Kurang faktor keberuntungan saja,’’ jelas Marsel.

Aji pun memastikan para pemain muda itu bakal menjadi tumpuan Persebaya. ’’Mereka punya prospek bagus ke depan,’’ tambah Aji.

Keputusan melakukan rotasi sudah ditimbang masak-masak oleh Aji. Pemain pilar memang sengaja diistirahatkan. Sebut saja Koko Ari Araya, Rachmat Irianto, M. Alwi Slamat, hingga Satria Tama.

Mereka diharapkan fit dalam laga perempat final kontra Persib Bandung di Stadion Maguwoharjo, Sleman, pada Sabtu (17/4). ’’Saya sampaikan ke pemain nanti di perempat final mereka harus main dengan hati-hati,’’ jelas mantan pelatih Persela tersebut.

Sementara itu, bagi PSS, kemenangan tersebut mempertegas dominasinya atas Persebaya. Ini jadi hat-trick kekalahan oleh PSS. Sebab, dalam dua pertemuan sebelumnya, Persebaya juga selalu menelan kekalahan.

Kemenangan itu membuat PSS kian pede. Mereka siap melanjutkan tren positif kala menghadapi Bali United di Stadion Si Jalak Harupat (18/4). ’’Anak-anak sekarang mulai semangat. Siapa pun lawannya, kami akan berikan kemampuan terbaik,’’ ucap pelatih PSS Dejan Antonic.

Hanya, untuk saat ini, Dejan tidak mau memikirkan calon lawan. Dia ingin menikmati kemenangan atas Persebaya. ’’Kami harus enjoy dulu,’’ katanya.

Apalagi, lolos sebagai juara grup sekaligus sebagai tamparan bagi pihak yang sempat meremehkan PSS. Maklum, pada laga perdana, mereka kalah 1-2 oleh Madura United (23/3).

’’Banyak yang tidak percaya kami akan lolos. Tapi, semua memang harus dilalui dengan step-by-step. Anak-anak sudah bermain bagus,’’ terang mantan pelatih Borneo FC itu.

Bek PSS Samsul Arifin berharap kemenangan tersebut jadi modal bagus. Sebab, dia tahu Bali United bukan lawan yang mudah ditaklukkan. Apalagi, tim berjuluk Serdadu Tridatu itu merupakan juara Liga 1 2019.

’’Kami harus bisa terus menjaga kekompakan tim. Termasuk bagaimana menjalankan apa instruksi yang diberikan coach Dejan selama di lapangan. Yang penting kami bisa kompak, seperti keluarga,’’ tegas Samsul.

123

Editor : dar
Reporter : gus/c17/ali