Ilustrasi. (foto: net)


PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO - Warga Jalan G Obos IX Palangka Raya, Ruminie alias Mama Friska menjadi terdakwa kasus peredaran 220 paket narkotika jenis sabu yang ditemukan petugas Ditresnarkoba Polda Kalteng di rumahnya pada 3 November 2020 lalu, menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Palangka Raya, Rabu (7/4).

Dia pun didakwa dengan pasal berlapis oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), Hulman Erizan Situngkir. Sidang ini sendiri dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Etri Widayati, dan dibantu hakim anggota Syamsuni dan Doni Hardiyanto.

Dakwaan pasal berlapis itu antara lain, Ruminie didakwa melanggar Pasal 114 Ayat (2)  dan Pasal 112 Ayat (2) Juncto Pasal 132 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika karena menjadi perantara aksi jual beli narkoba dan kepemilikan narkoba.

“Terdakwa Ruminie alias Mama Friska telah melakukan perbuatan tanpa hak dan melawan hukum melakukan percobaan atau permufakatan jahat untuk melakukan tindak pidana narkotika membeli, menjual, menjadi perantara dalam jual beli narkotika golongan I yang beratnya melebihi lima gram,” tegas Jaksa Hulman saat membacakan dakwaannya dalam sidang yang dilaksanakan secara virtual tersebut.

Dalam dakwaan tersebut juga disebutkan Ruminie memesan 20 gram sabu dan diantar langsung oleh Amang (kenalan rekan terdakwa saat di penjara) ke Kota Palangka Raya.

“Transaksi jual beli narkoba antara terdakwa Ruminie dengan Amang ini dilakukan beberapa hari kemudian di Jalan Soekarno-Hatta Palangka Raya,” kata Jaksa lagi.

Oleh terdakwa, paket sabu seberat 20 gram tersebut kemudian dipecah pecah dalam bentuk 160 paket yang lebih kecil dan kemudian dijualnya dengan harga Rp 500 per paketnya.

1

Editor : nto
Reporter : sja/uni