Bupati Kotim H Halikinnor saat sidak harga dan stok sembako di PPM, belum lama ini. (HUMAS UNTUK KALTENG POS)


SAMPIT, PROKALTENG.CO – Berbagai upaya dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) untuk menjaga stabilnya harga bahan pokok. Terlebih menjelang bulan Ramadan dan Hari Raya Idulfitri.

“Saya akan tindak tegas dan memberikan sanksi kepada pihak-pihak yang ditemukan melakukan penimbunan bahan pokok. Untuk itu saya ingatkan, jangan coba-coba menimbun sembako,” tegas Bupati Kotim usai melakukan sidak di Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) belum lama ini.

Dirinya meminta, agar tidak ada lagi harga bahan pokok yang semakin melonjak tinggi saat bulan Ramadan dan jelang hari raya Idul Fitri nantinya.

“Di tengah kesulitan pandemi Covid-19 ini, kita sama-sama saling membantu. Jangan memanfaatkan kesempatan untuk mencari keuntungan. “Intinya akan ada sanksi kepada pihak-pihak yang ditemukan melakukan penimbunan bahan pokok,” tukasnya.

Untuk itu, Halikinnor selalu mengingatkan agar pedagang tidak menimbun sembako. Biasanya pedagang yang menimbun sembako menginginkan keuntungan yang besar. Dia meminta dinas terkait agar turun tangan  mengawasi kenaikan harga sembako. Bahkan kalau perlu lakukan inspeksi mendadak terhadap warung-warung penjual sembako.

”Turun ke lapangan ini sangat penting, supaya mengetahui persis apa yang dihadapi masyarakat. Jangan sekedar menunggu laporan. Pedagang yang nakal dengan menimbun sembako harus diberi efek jera,” imbuhnya.

Jika perlu lanjut Halikinnor,  saat sidak juga melibatkan pihak kepolisian. Sehingga saat ada kenaikan harga, bisa langsung ditelusuri sumber kenaikannya, serta menindak secara tegas bagi setiap pedagang yang menimbun sembako.

“Saya harap semua pihak bisa saling sinergi. Kalau perlu kita ungkap jika ada pedagang yang menimbun sembako. Karena kenaikan harga ini membuat masyarakat selalu mengeluh jelang Ramadan sampai Idulfitri,” ungkapnya.

1

Editor : dar
Reporter : sli/ans