Lurah Kalampangan Yunita Martina SH bersama Manggala Agni Daops Kalimantan, BPPIKHL Wil Kalimantan, Babinsa dan Satpol PP Kota Palangka Raya saat mengecek kondisi lahan gambut di Kelurahan Kalampangan, Kecamatan Sabangau, baru-baru ini. (HUMAS PEMKO UNTUK KALTENG POS)


PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO  – Kota Palangka Raya mulai memasuki musim kemarau, masalah yang kerap terjadi pada musim kemarau adalah permasalahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). 

Dalam rangka mengantisipasi kejadian tersebut, Kelurahan Kalampangan yang dinakhodai Yunita Martina SH melakukan patroli mandiri bersama  Manggala Agni Daops Kalimantan, Balai Pengendalian Perubahan Iklim, Kebakaran Hutan dan Lahan (BPPIKHL) wil Kalimantan, Babinsa serta Satpol PP Kota Palangka Raya.

“Kita bersama-sama melakukan pengecekan daerah rawan kebakaran hutan dan lahan di daerah Kalampangan, untuk menguji kerawanan gambut,” jelas Yunita, kemarin.

Dari hasil patroli ini, lanjut  Yunita, pihaknya dapat mengetahui kondisi gambut apakah basah atau tidak. Dengan melakukan uji remas serasah kedalaman gambut.

“Selain itu, kita juga melakukan sosialisasi ke masyarakat untuk melakukan pencegahan dan antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla),” katanya.

Untuk sosialisasi kepada masyarakat, Yunita menjelaskan ada lima poin yang disampaikan. Pertama  lakukan, yakni penyiapan lahan dengan tidak membakar. Kedua laksanakan, pemadaman dini jika ditemukan kejadian kebakaran hutan dan lahan. Ketiga laporkan, kejadian kebakaran hutan dan lahan kepada pihak terkait. Dan keempat  libatkan diri, dalam Masyarakat Peduli Api (MPA) dan siap membantu pemadaman di wilayah sekitar desa tersebut. Sementara yang kelima lindungi kawasan gambut dengan melakukan tata kelola air dengan gambut, dan mempertahankan tingkat kebasahan gambut.

“Pada dasarnya, pengecekan ini dilakukan dalam upaya meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang kebakaran hutan dan lahan. Dengan harapan agar masyarakat peduli akan lingkungan dan dampak yang ditimbulkan supaya tidak ada kabut asap yang dapat merugikan kita semua,” ungkapnya. 

1

Editor : pri
Reporter : hms pemko