Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Dwi Tunggal Jaladri saat menginterograsi dua tersangka kasus persetubuhan terhadap anak di bawah umur, Sabtu (1/5). (FOTO SYAHYUDI/PROKALTENG.CO)


PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO -Dua pelaku yang terjerat kasus persetubuhan terhadap anak di bawah umur ternyata masih memiliki ikatan keluarga.  Ya, kedua pelaku berinisial WM (17) dan ILP (16) itu, masih sepupuan dengan satu profesi sebagai badut jalanan.

Kapolresta Palangka Raya, Kombes Pol Dwi Tunggal Jaladri mengatakan untuk kedua pelaku ini, keseharian merupakan seorang yang berprofesi sebagai badut di jalanan Kota Palangka Raya. "Mereka berdua ini menjadi seorang badut, dikarenakan mengikuti orang tua yang juga seorang badut.  Yang mana asal muasal mereka melakukan pekerjaan ini dari daerah Sukabumi," kata Kapolresta saat digelar press rilis, Sabtu (1/5).

Diungkapkannya, pada tahun 2017 lalu, awalnya kedua pelaku datang ke Palangka Raya untuk mengadu nasib sebagai pegawai sparepart mobil. Namun tak bertahan lama, berhenti dan mengikuti jejak orang tua menjadi badut keliling. "Kedua pelaku ini memiliki hubungan keluarga yaitu sepupu," ujar Kapolresta.

1

Editor : hen
Reporter : yud