Ilustrasi. (foto: net)


PROKALTENG.CO - Calon anggota legislatif (caleg) yang berlaga dalam pemilihan legislatif (pileg) 2024 memiliki kesempatan untuk maju dalam pemilihan kepala daerah (pilkada). Jarak pelaksanan pileg dengan pilkada, terlampau jauh.

“Yang menarik dalam pelaksanaan Pemilihan Umum 2024, caleg, misalnya terpilih atau gagal dalam pileg, bisa mencalonkan dalam pilkada. Tentunya dengan dukungan parpol (partai politik),” ujar Komisioner KPU Kota Probolinggo Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih Radfan Faisal, dilansir Radar Bromo (Jaringan Prokalteng.co).

Hal ini mungkin dilakukan karena pelaksanaan Pemilihan Umum dan Pilkada 2024 digelar dalam jangka waktu berbeda. Berdasarkan simulasi tahapan Pemilu 2024 yang disusun KPU RI, pemilihan umum yang terdiri atas pileg dan pemilihan presiden dilakukan pada Maret 2024. Sedangkan, pilkada baru akan dilaksanakan pada November 2024.

“Jika caleg terpilih, kemudian maju dalam Pilkada 2024, masih bisa mendapatkan hak sebagai anggota DPRD selama paling tidak dua bulan. Cuma ya, tergantung orangnya juga. Apa tidak capai berurutan mengikuti proses pemilihan legislatif kemudian dilanjutkan dengan pilkada,” ujarnya.

Selain itu, tahapan pemilu maupun tahapan pilkada berlangsung cukup lama. Kurang lebih 11 bulan. “Hasil pemilihan legislatif ini juga menjadi acuan dalam pelaksanaan pilkada. Seperti, ketentuan untuk pasangan calon yang akan maju dalam pilkada, seperti ketentuan didukung 20 persen kursi parlemen di DPRD atau 25 persen gabungan partai politik,” jelasnya.

1

Editor : nto
Reporter : put/rud/jpg/kpc