Tim Pansus DPRD Barsel, saat turung langsung menanggapi dugaan korupsi, di Desa Tarusan, Sabtu (1/5). (H. ALEX FOR PROKALTENG.CO)


BUNTOK, PROKALTENG.CO – Beredar kabar terjadi dugaan tindak pidana korupsi, pada penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan Dana Desa (DD) Desa Tarusan, Lecamatan Dusun Utara, Kabupaten Barito Selatan (Barsel). Ketua Panitia Khusus (Pansus) LKPJ Bupati Barsel 2021 H. Raden Sudarto bersama anggota DPRD lainnya, langsung turun ke lapangan dan meminta permasalahan diusut secara tuntas.

"Berdasarkan hasil pertemuan antara tim pansus LKPJ dengan masyarakat Desa Tarusan, terungkap memang dana BLT dan DD telah di cairkan Pemkab Barsel, namun tidak tersalurkan kepada masyarakat sebagai penerima hak," katanya kepada Prokalteng.co, Minggu (2/5) melalui via telepon.

Menurut, Politisi PDI Perjuangan itu, setelah melakukan pertemuan dengan masyarakat secara musyawarah, warga meminta agar kasus ini segera diusut oleh aparat penegak hukum.

“Maka masyarakat pun meminta supaya permasalahan ini ditindaklanjuti oleh aparat penegak hukum,” jelasnya.

Selain itu, tambah pria yang akrab disapa Haji Alex ini, pihaknya selaku tim Pansus LKPJ akan berupaya membantu masyarakat dengan cara merekomendasikan apa yang menjadi aspirasi warga tersebut.

“Untuk itu kami juga akan berupaya melengkapi data-datanya, seperti hasil audit dari Inspektorat, nanti kami minta. Apa hasilnya itu sebagai bahan kami nanti,” tegasnya.

Masih dikatakannya, selain menyebabkan kerugian bagi para penerima BLT DD, persoalan ini juga berdampak luas bagi seluruh warga desa. Sebab, penyaluran DD dan Alokasi Dana Desa (ADD) kepada Desa Tarusan untuk sementara ditangguhkan hingga permasalahan tersebut dapat diselesaikan.

“Dampak dari tidak dicairkannya DD ini, yang pertama warga tidak menikmati air bersih, tidak menikmati penerangan, nah itulah dampaknya,” terangnya.

Untuk di ketahui, Pansus dihadiri oleh Ketua BPD Tarusan dan anggota, serta para tokoh masyarakat, sedangkan kepala desa dan perangkat tidak berada di tempat karena tengah ada urusan dinas di Buntok.

“Data itu sudah akurat, kita sudah pernah bertemu sebelumnya dengan kepala desa dan dia menyatakan, betul bahwa yang mengelola dana itu, mencairkan dana itu tanpa sepengetahuan kepala desa dan ketua BPD adalah Bendahara Desa," tutupnya.

12

Editor : dar
Reporter : gor