Ketua Yayasan Lathifa Junaidi, disaksikan Kepala Desa setempat Ayub Pujianto, tokoh masyarakat, dan warga kaum muslim desa Terusan Danum, hingga calon donatur tetap dari Palangka Raya Joko Sunyoto dari Asih Helm dan Widodo dari Wiwid Stiker, ketika melakukan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Al Rusmani, beberapa waktu lalu. (Foto: Ist)


KASONGAN, PROKALTENG.CO - Tepat di 17 Ramadan 1442 H atau pada tanggal 29 April lalu, menjadi hari bersejarah bagi masyarakat muslim di Desa Tarusan Danum, Kecamatan Tewang Sangalang Garing, Kabupaten Katingan. Sebab warga setempat tidak lama lagi bakal memiliki bangunan masjid sendiri, sebagai sarana tempat ibadah.

Kehadiran tempat ibadah umat muslim ini, sudah sangat dinantikan warga setempat sejak 20 tahun lebih. Pembangunan masjid bernama Al Rusmani ini, ditandai dengan peletakan batu pertama pada 29 April 2021 oleh Ketua Yayasan Lathifa Junaidi, disaksikan Kepala Desa Terusan Danum, Ayub Pujianto, tokoh masyarakat, dan warga muslim setempat hingga calon donatur tetap dari Palangka Raya, Joko Sunyoto dari Asih Helm dan Widodo dari Wiwid Stiker.

Kepala Desa Tarusan Danum Ayub Pujianto mengaku menyambut baik pembangunan Masjid Al Rusmani yang dibangun di atas tanah wakaf milik keluarga Uyui, seluas 400 meter persegi itu. Apalagi bangunan tersebut posisinya berada di pinggir jalan utama desa itu.

"Selama ini warga kita umat muslim, jika ingin beribadah di masjid, harus menempuh perjalanan jauh ke desa sebelah. Dengan adanya bangunan masjid, akan menambah semangat warga kita untuk beribadah," ucapnya kepada Kalteng Pos, Sabtu (1/5).

Sementara Ketua Yayasan Lathifa Junaidi mengatakan, mereka sangat merindukan jika di desa itu ada masjid. Dirinya prihatin melihat saudaranya sesama muslim belum mempunyai tempat ibadah yang refresentatif. Kemudian dia menjelaskan, bangunan masjid yang dibangun sekitar 56 meter persegi, dengan anggaran biaya, sekitar Rp375 juta. "Ini sudah ada pengusaha yang bersedia mendukung pembangunan masjid ini," ungkapnya.

1

Editor : nto
Reporter : eri