Ilustrasi


KUALA KURUN, PROKALTENG.COLagi, kasus persetubuhan terhadap anak di bawah umur terjadi. Setelah terbongkar di Kota Palangka Raya beberapa waktu lalu, kini kasus serupa juga terjadi di wilayah Kecamatan Mihing Raya, Kabupaten Gunung Mas. Mirisnya, korban selalu anak di bawah umur.  Ya, kejadian yang menimpa gadis ingusan (13) itu, berlangsung Jumat (30/4) lalu.

Sesuai informasi Polisi, korban berinisial N itu, masih duduk di bangku SMP. Pelaku berinisial RS (28) warga Mantangai Hilir Rt.06, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas. Dia telah diamankan Satreskrim Polres Gumas, Sabtu (1/5) lalu.

Diceritakan kronologis kejadian, berawal ketika pelaku ke Desa Tumbang Empas berniat mengambil drum minyak mengunakan klotok. Saat sampai di lanting, terlihat korban beserta temannya tengah mencuci pakaian. Karena merasa kenal, korban lantas menyapa pelaku. Namun secara tiba-tiba pelaku mengajak korban santai duduk-duduk di bawah pohon. Merasa ada kesempatan, pelaku langsung melancarkan “serangan rudal” untuk melampiaskan nafsu bejatnya itu. Ya, korban diajak melakukan hubungan intim layaknya suami istri.

Akibat “serangan rudal” yang digencarkan berkali-kali,  menyebabkan korban mengalami mengalami pendarahan. Tak terima anaknya menjadi korban persetubuhan itu, lantas orang tua korban melaporkan kejadian itu ke Mapolres Gumas.

Kapolres Gumas AKBP Rudi Asriman SIK melalui Kasat Reskrim AKP Afif Hasan membenarkan kejadian itu. dia mengatakan untuk saat ini korban berada di RSUD Kuala Kurun untuk mendapatkan perawatan medis guna mengetahui apa yang dialami korban.

“Memang saat itu korban mengeluh sakit perut, dan memangil perawat, setelah diperiksa korban mengalami pendarahan.  Sehingga petugas kesehatan desa menyarankan dibawa ke RSUD Kurun untuk memastikan dari keluhan itu,”ucap AKP Afif Hasan, Senin (3/5).

Sementara pelaku yang diketahui pekerja serabutan itu, dijelaskan Kasat Reskrim telah diamankan di Mapolres Gumas untuk diproses lebih lanjut, dan guna mempertangung jawabkan perbuatanya.

“Pelaku ini akan kita kenakan pasal 82 ayat (1) UU RI  No. 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Penganti UU RI No. 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak,” tandasnya.

1

Editor : hen
Reporter : nya/kpg