Mendagri, Tito Karnavian. (Foto: JPNN)


PROKALTENG.CO - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian merespons sikap sebagian para pegawai negeri sipil (PNS) yang keberatan dengan besaran Tunjangan Hari Raya (THR) tahun ini yang diberikan tidak penuh. Protes tersebut ditunjukkan lewat petisi online yang ditujukan juga kepada Presiden Jokowi dan Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Menurut Tito, seharusnya para PNS tetap merasa bersyukur di tengah kondisi pandemi saat ini THR masih dapat diberikan. Sebab, saat ini keuangan negara juga sedang berjuang dalam memenuhi kebutuhan penanganan Covid-19.

Dirinya meminta para pimpinan daerah agar menyampaikan pesan kepada para jajarannya di daerah bahwa THR yang diterima harus disyukuri. Meski, tidak ada unsur tunjangan kinerja di dalamnya seperti dalam situasi normal.

“Tolong dari kepala daerah sampaikan kepada rekan-rekan di daerah. Ini dalam situasi kontraksi keuangan yang berat seperti ini, pemerintah masih memberikan THR di luar tukin. Kita harus syukuri,” ujar Mendagri Tito secara virtual, Selasa (4/5).

Tito meminta agar aparatur negara dapat berusaha berempati kepada pegawai swasta yang pendapatannya banyak yang berkurang. Itu lantaran pendapatan perusahaannya yang terdampak Covid-19. Bahkan, banyak perusahaan yang terpaksa melalukan kebijakan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karena dilanda kebangkrutan.

“Dan, kalau kita melihat pihak yang lain, masyarakat tidak bekerja, yang nganggur, jumlahnya sekarang jutaan juga. Mereka tidak mendapatkan apa-apa. Siapa yang mau ngasih THR,” ungkapnya.

Selain itu, Tito menambahkan pemerintah daerah agar bijak dalam melakukan pengalokasian anggaran. Sebab, banyak Pemda yang anggarannya masih lebih besar untuk belanja pegawai ketimbang belanja modal.

“Syukurilah apa yang sudah ada, sudah ada honor, ini belanja pegawai banyak sekali porsinya dalam struktur APBD. Ini harus diperbaiki,” pungkasnya.

1

Editor : nto
Reporter : jpc/kpc