Disnakertrans Kotim membuka posko pengaduan terkait pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) pekerja 2021. (RUSLI/ KALTENG POS)


SAMPIT, PROKALTENG.CO - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnkertrans) Kotim mengingatkan adanya denda bagi perusahaan yang telat membayar tunjangan hari raya (THR). Denda ini besarannya senilai lima persen dari nilai THR yang diberikan perusahaan kepada karyawannya.

“Kami memastikan perusahaan terdampak Covid-19 wajib membayarkan THR kepada karyawannya paling telat satu hari sebelum pelaksanaan hari raya keagamaan,” tegas Kepala Disnakertrans Kotim, Fuad Siddiq, Selasa (4/5).

Dikatakannya, jika mengacu kepada Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2021 perusahaan yang terdampak Covid-19 harus melakukan dialog dengan bupati/wali kota. Untuk perusahaan yang masih terdampak bisa melakukan perundingan kesepakatan, dan perusahaan bisa membuktikan terkait dampak dari pandemi ini.

“Namun tetap hanya diberi waktu sampai minus satu hari sebelum hari raya, jadi kalau di aturannya itu minus tujuh hari," jelasnya.

Fuad mengatakan, pengusaha wajib memberikan THR keagaaman kepada pekerja atau buruh yang masa kerjanya satu bulan secara terus menerus atau lebih dengan ketentuan pekerja memiliki hubungan kerja dengan pengusaha berdasarkan perjanjian kontrak kerja dengan waktu tidak tertentu atau perjanjian kerja waktu tertentu.

Bagi pekerja atau buruh yang mempunyai masa kerja 12 bulan secara terus menerus atau lebih, lanjutnya, THR yang diberikan sebesar satu bulan upah gaji pokok ditambah tunjangan tetap atau upah pokok tanpa tunjangan.

“Pekerja yang mempunyai massa kerja sebulan secara terus menerus, tetapi kurang dari 12 bulan, maka diberikan secara proporsional sesuai masa kerja dengan perhitungan masa kerja dikali satu bulan upah dibagi 12 bulan,” tandasnya.

Dia menambahkan, Disnakertrans Kotim telah membuka posko pengaduan terkait pembayaran THR pekerja 2021. Selian menerima pengaduan soal THR, posko tersebut juga untuk memantau pelaksanaan aturan di lapangan.

Saat ini, kata Fuad disnakertrans sedang melakukan sosialisasi mengenai keberadaan posko tersebut. Para pekerja diminta untuk tidak ragu melaporkan jika ada perusahaan tempatnya bekerja tidak memberikan THR

1

Editor : dar
Reporter : sli/ans