Gempa yang dirasakan kuat dan durasi cukup lama, kembali mengguncang sejumlah daerah di Sumbar. Informasi awal dari BMKG, gempa berkekuatan magnitudo 5,8 itu terjadi pukul 08.24.35, berpusat di 3 km tenggara Tuapejat, Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Lokasinya berjarak 130 km BaratDaya Kabupaten Pesisir Selatan atau 164 km BaratDaya Kota Padang. “Gempa ini tidak berpotensi tsunami,” tulis BMKG dalam informasinya beberapa saat setelah gempa.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Bambang Setiyo Prayitno menjelaskan bahwa hasil analisis BMKG menunjukkan informasi awal gempabumi ini berkekuatan magnitudo 5,8,  selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi magnitudo 5,7.

“Episenter gempabumi terletak pada koordinat 2,06 LS dan 99,59 BT atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 1 km arah Timur Kota Tuapejat, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat pada kedalaman 41 km,” kata Setiyo dalam rilis resminya.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, kata Setiyo, gempabumi ini jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi.

“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik,” tukasnya.

Guncangan gempabumi ini dirasakan di daerah Mentawai IV MMI (Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah), Painan III-IV MMI (Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah),  Padang, Pariaman III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu), Bukittinggi, Padangpanjang, Payakumbuh II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).

“Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami,” ujarnya.

Hingga pukul 08.45 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock).

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

“Agar menghindar dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun  tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yg membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah,” imbaunya.

Ini gempa kuat kedua yang dirasakan masyarakat sejumlah daerah di Sumbar. Sebelumnya, gempa magnitudo 5,7 terjadi pada Senin (3/5/2021) dini hari sekitar pukul 00.46.(

12

Editor : dar
Reporter : arf/bis