Salah satu contoh desain rumah yang unik (Dok. Escalier Interior)


SELAMA pandemi Covid-19, sebagian orang umumnya lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. Rumah yang nyaman bisa membuat seseorang lebih betah. Owner Escalier Interior, Adrianus Ekaputra, mengungkapkan percaya atau tidak di tengah pandemi justru masyarakat lebih rela merogoh kocek untuk rumahnya. Entah itu membuat sentuhan untuk eksterior hingga interior rumah.

“Kita bicara dari proyek kecil sampai raksasa kasarnya gitu. Coba lihat di media sosial, tren masyarakat mempercantik kamarnya pun menjadi salah satu indikator,” jelas Adrianus secara daring baru-baru ini.

Founder dan CEO Kisah Ruang, Manuel Conrad Soehardjo Fuentes mengatakan di tengah pandemi, kebiasaan seseorang (human behavior) juga banyak berubah atau mengalami penyesuaian. Mungkin dari segi belanja, masyarakat lebih senant memilih online karena lebih fleksibel.

“Begitu juga untuk rumah, lebih memperhatikan urusan rumah,” kata Manuel.

Salah satu tren rumah yang nyaman dam favorit selama pandemi, menurut para desainer tersebut adalah rumah dengan aksen interior bertema alam. Salah satunya bagaimana menciptakan kenyamanan di ruang tamu, dari mulai pemilihan warnanya yang bisa membuat penghuni dan orang lain betah.

“Feel intimacy. Itu kenapa orang lebih pilih warna coklat, kenapa milih kayu. Jadi ingin vibesnya happy,” kata Manuel.

“Tapi tetap yang namanya interior itu kebutuhan tersier, bukan sekunder. Jadi mau bilang apapun tetap ada budget yang harus dikeluarkan. Dari kacamata orang kan murah mahal berbeda-beda ya tapi kalau mau bicara kenyamanan, mungkin orang akan memgeluarkan cost lebih,” tutup Adrianus.

1

Editor : dar
Reporter : jpc