Ilustrasi. (foto: net)


PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO - Salah satu korban PT Adhi Graha Properti Mandiri yang melapor ke Polda Kalteng, Kristiani didampingi kuasa hukumnya Deny Arianto berbincang panjang lebar dengan Kalteng Pos mengenai kronologi dugaan penipuan yang dialaminya dan langkah ke depan untuk mengembalikan uang kerugian.

Deny mengatakan, tidak tertutup kemungkinan pihaknya akan melakukan proses hukum melakukan gugatan perdata kepada Direktur PT Adhi Graha Properti Mandiri Ari Respati (AR) untuk mempercepat pengembalian uang kerugian kliennya yang mencapai Rp6,8 miliar.

Yang jelas kami akan usahakan bagaimana caranya supaya uang Rp6,8 miliar milik Kristiani ini bisa kembali seluruhnya,ungkapnya kepada Kalteng Pos, Senin (3/5).

Kristiani menimpali, dirinya meminta pihak penyidik Polda Kalteng segera menuntaskan kasus laporannya terlebih dahulu, agar secepatnya naik ke tahapan penuntutan di pengadilan. Kristiani menilai bahwa pihaknya merupakan korban dengan kerugian paling besar dibanding para korban lain yang melapor.

Menurut Kristiani, jika laporannya terhadap AR digabungkan dengan laporan kasus lainnya terhadap AR yang ada di kepolisian, ia khawatir laporan yang sudah dibuatnya itu akan tersisihkan.

“Saya korban yang paling besar nilai kerugiannya dan saya juga yang melaporkan AR ini ke Polda Kalteng sampai dia bisa tertangkap, jadi saya harap laporan saya itu yang didahulukan, kata Kristiani saat ditemui di rumahnya.

Kristiani sendiri mengaku menjadi korban kasus penipuan terkait pembangunan Mal PTC dan ATC yang direncanakan oleh perusahaan pengembang PT Adhi Graha Properti Mandiri.

Deny menambahkan, pihaknya berkeinginan agar polisi bisa mengusutnya kasus per kasus. “Karena keinginan kami ke Polda, tolong diutamakan dulu (kasus, red) yang punya kami, karena selama ini kami yang dibelakangkan,” kata Deny didampingi Imam Heri Susila yang juga dipercayakan Kristiani sebagai kuasa hukum.

Terkait keinginan ini, Deny menjelaskan, bukan berarti pihaknya menutup kesempatan masuknya laporan dari korban lain dalam perkara serupa. Namun karena nilai kerugian yang diderita kliennya paling besar, maka diminta perhatian lebih khusus pihak kepolisian untuk dapat menyelesaikan perkara kliennya itu.

“Kami melihat ada upaya dari sejumlah pihak yang ingin mencoba mengambil keuntungan dan mengaku  seolah-olah mereka paling berjasa melakukan laporan sehingga AR ini bisa ditangkap oleh pihak kepolisian,” tuturnya.

Deny menjelaskan bahwa kliennya merupakan orang pertama yang melaporkan AR ke Polda Kalteng. Laporan ke pihak Ditreskrimum dilakukan Februari 2021 lalu.

Saat itu kliennya menyerahkan bukti-bukti laporan berupa surat-surat dan bukti kwitansi penyerahan uang yang sudah diserahkan kepada AR sebagai kelengkapan laporan ke pihak kepolisian.

12

Editor : nto
Reporter : sja/ce/ram